Banyak Orang Ingin Menulis, Mengapa Lebih Banyak yang Gagal?

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 5 Oktober 2020 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsultan komunikasi dan penulis Buku, Anab Afifi. (Foto : Instagram @anabafifi)

Konsultan komunikasi dan penulis Buku, Anab Afifi. (Foto : Instagram @anabafifi)

Opiniindonesia.com – Setelah berlatih menulis secara terus menerus dalam 30 tahun dan menjadikan aktifitas menulis sebagai sarana mencari penghidupan, saya menemukan jawabannya.

Pertama, kegagalan menulis atau menghasilkan karya tulis, disebabkan karena salah menetapkan tujuan. Kesalahan ini mengakibatkan kekeliruan mendasar dalam menjalani proses menulis.

Kedua, kemampuan menulis dianggap sebagai bakat. Anggapan ini salah. Banyak orang berbakat menulis tetapi pada akhirnya tidak menghasilkan karya dari bakatnya itu.

Ketiga, writing habit yang tidak benar. Mereka selalu menciptakan alasan atau syarat yang sulit mereka penuhi sendiri. Misal, menulis harus nunggu jadi doktor dulu, harus punya banyak waktu luang, harus ngerokok dulu, harus ngelamun di WC dulu, harus mendengarkan musik, harus begadang dan segudang syarat harus ini dan itu. Alasan-alasan itu hanya merusak kemampuan menulis.

Keempat, menuntut kesempurnaan. Padahal, tak ada yang sempurna dalam hidup ini. Begitu juga menulis.

Kelima, takut ditolak. Menulis adalah menyampaikan pikiran dan gagasan. Tidak ada kewajiban Anda harus memuaskan atau menyenangkan semua orang dengan tulisan Anda. Percayalah akan selalu ada orang yang mengapresiasi karya Anda.

Di dunia ini tidak ada penulis berbakat. Tidak ada penulis senior. Tidak ada pula penulis hebat.

Tetapi, dunia selalu menanti Anda penulis terlatih.

Hanya dengan berlatih Anda bisa menundukkan lima faktor yang penyebab laten kegagalan itu. Intinya adalah action dan action.

Apa pun profesi Anda, kemampuan menulis akan menjadi daya ungkit sakti untuk mendongkrak karir Anda di bidang apa pun. Sebab, menulis adalah platform dari semua keahlian.

Oleh : Anab Afifi, adalah seorang konsultan komunikasi dan penulis Buku.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru