Lama Tidak Muncul, Abu Janda Nongol Lagi Bawa Pesan Begini

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permadi Arya alias Abu Janda. (Foto: tintahijau.com)

Permadi Arya alias Abu Janda. (Foto: tintahijau.com)

Opiniindonesia.com – Lama Abu Janda tak muncul di media. Tokoh “super” pegiat medsos ini hilang di tengah iklim politik panas yang semestinya bisa jadi ladang ocehannya. Ada Omnibus Law yang didemo intens. Ada petinggi KAMI yang ditangkap. Nah kini pada saat ada kasus penghinaan Nabi di Perancis Abu Janda muncul lagi.

Sambil demonstratif makan di restauran makanan Perancis Permadi berpetuah agar umat Islam memaafkan penghina Nabi. Membela Macron atau sang guru penghina yang dipenggal ? Tentu Macron, sebab yang terakhir sudah mati. Urusannya hanya dengan Allah saja di alam yang dipastikan mengejutkan dirinya.

Ada dua kesalahan ocehan sang asbun pro pembela penghina Nabi ini. Pertama bahwa Presiden Perancis Emmanuel Macron tidak meminta maaf kepada umat Islam, lalu apa yang dimaafkan ? Kedua, penghinaan bukan dilakukan kepada diri Nabi pribadi yang sudah tiada, tetapi kepada ajaran Nabi, kepada agama Islam.

Umat Islam tentu tersakiti Nabinya dihina dan agama-Nya dinistakan. Dalam sejarah hal ini bisa berujung pada hukuman mati atau perang. Abu Janda seperti yang tidak merasa sakit bahkan dengan akting sinis ngoceh agar umat Islam memaafkan. Umat Islam model apakah Abu Janda ?

Umat Islam sudah lama tidak jengkel atas ulah Abu Janda. Selama ini hilang tidak muncul. Su’udhonnya Abu Janda kena corona atau dimakan buaya. Eh, tiba-tiba muncul berada di blok Perancis sang penghina Nabi. Ia sangat bahagia bisa memukul lebih sakit perasaan umat Islam.

Arya seperti bela Macron. Momen untuk mengejek umat Islam yang dianggap tidak menghormati kebebasan pendapat. Perancis adalah perintis “Liberte, Egalite, Fraternite”. Abu Janda menantang umat Islam dengan berada di ruang Perancis, layaknya bersaudara dengan Macron sesama faham bebas moral.

Abu Janda tidak khawatir ngoceh apapun karena mungkin menganggap ada pelindung. Mumpung negeri sedang berpihak pada penyembah berhala yang tidak suka pada nafas tauhid. Bendera merah tengkorak lebih ditoleransi daripada bendera tauhid.

Negeri yang lebih nyaman bagi fikiran, sikap, ideologi, maupun kultur kaumnya Abu Janda ketimbang para pembela agama. Negeri para tikus.

Les rats dangeroux pour l’homme.

Muncul abu Janda bagaikan “whack a mole game”. Jika si tikus nongol maka palu pemukul siap memukulnya.

Whack a mole game” adalah permainan mendera tikus tanah. Muncul si tikus dan memukulnya membuat tambahan nilai.
Pahala dalam bahasa agamanya.

OLeh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Tikus.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru