Sejarah Membuktikan, Kebenaran dan Keadilan Selalu Menang

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 10 November 2020 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)

Donald Trump. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)

Opiniindonesia.com – Donald Trump nyata kalah dalam Pilpres dari Joe Biden. Trump masih menendang sana sini ketika menggelepar untuk menemui ajalnya. Sebagai upaya boleh saja tetapi akal sehat sulit menerima apabila di negara adi kuasa penjunjung demokrasi terjadi pelecehan demokrasi sebagaimana yang didakwakan Trump. Semenrara Biden terus menerima ucapan selamat dan membangun opini sebagai pemenang telak. Dunia mengakui.

Di samping itu karikatur dan boneka yang dahulu pernah muncul sebagai perlawanan dan penistaan pada Trump kini bermunculan kembali. Ada Trump yang naik bola bermain dengan anak-anak, ada boneka trump dipukul-pukul, Boneka Trump ditarik gerobak, celana merosot dan pantat nya ke luar, lalu ditendang oleh siapa saja yang mau menendangnya. Kebebasan berekspresi khas negara liberal.

Setelah tidak lagi berkuasa olok-olok kepada Trump menjadi-jadi. Sampai juga ke Indonesia. Dari sampah bayi Trump yang disapu Erdogan, jadi tukang pikul yang frustrasi, duduk di depan meja kepresidenan ditarik paksa karena tak mau hengkang. Trump semakin dihinakan menjadi mantan Presiden yang hilang kehormatan.

Berkuasa itu bagai menunggang macan. Bergerak semaunya, semua takut menghadapinya. Siapa coba menentang atau melawan akan diterkam dan dicabik-cabik. Nyaman menungganginya. Satu hal yang paling ditakuti penguasa penunggang macan adalah turun dari macan. Ia yang akan diterkam dan dicabik-cabik.

Penguasa otoriter, sewenang-wenang, peleceh hukum dan bodoh, sangat takut turun jabatan. Dosa kepada rakyat membuatnya gelisah akan sanksi pasca berkuasa. Pelindung-pelindung dan aparat dari kekuasaannya tidaklah abadi dalam mengabdi. Ada batas waktu. Dan menuju ke akhir waktu adalah siksa bathin di tengah kenyamanan fasilitas.

Trump dan teman-teman sejenisnya adalah penunggang macan pengecut yang takut untuk turun. Gelisah dan berwajah kecut. Jelek dan menjadi bahan ejek.
Perilaku seperti ini tak ada kapoknya juga. Tapi suara kebenaran, keadilan, dan kejujuran juga lebih tak kapok lagi.

Sejarah selalu membuktikan bahwa ujungnya kebenaran dan keadilan selalu menang. Selalu menang.

OLeh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru