Akhirnya, Denny JA Resmi Menjadi Surveyor Pelacuran

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 19 November 2018 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMA INI saya masih berharap Denny JA dengan Lingkar Survei Indonesia (SLI), betul-betul berfungsi sebagai peneliti independen. Tetapi sekarang dugaan saya bahwa dia hadir sebagai peneliti yang melacurkan diri kepada kubu Jokowi-Ma’ruf, sudah resmi. Tak diragukan lagi.

Bagi saya peresmian dirinya dan lembaganya sebagai pelacur “palugasa” (apa yang lu minta gua bisa), terlihat dari meme terbaru Denny JA. Dia mengatakan bahwa Prabowo yang meminta maaf tiga kali kepada publik, mencerminkan kekurang-matangan calon pemimpin. Sebagai surveyor, Denny JA sangat tidak patut ikut berpolitik. Meme ini sangat politis sifatnya. Dan sangat Jokower. Jelas itu.

Jadi, “credential” dia sebagai surveyor sudah hangus dengan sendirinya. Karena itu, saya tak ragu sedikit pun bahwa Denny JA dan LSI melacurkan dirinya. Dia dan LSI bekerja sesuai bandrol pesanan. Dia memutarbalikkan makna kesahajaan Prabowo-Sandi untuk meminta maaf, sebagai pertanda “immature” (ketidakmatangan).

Padahal, Jokowi-Ma’ruf (Ko-Ruf) sendirilah yang tidak matang. Mereka ini malah sombong. Berkali-kali kali melakukan kekeliruan yang sangat pantas diimbali dengan permintaan maaf, tidak pernah mereka ucapkan. Mereka inilah yang sangat berbahaya bagi Indonesia. Mereka sama sekali tidak menunjukkan kepemimpinan yang bertatakrama.

Sepak-terjang Denny JA selama pilpres ini tidak menyisakan sedikit pun nilai kecendekiawanan yang telah susah payah dia bangun. Tidak ada lagi saldo intelektualitas Denny JA.

Sayang sekali. Denny JA “all out” menunjukkan kepelacuran intelektualitasnya. Di dunia pelacuran seksual saja banyak orang yang bisa menyembunyikan jati diri mereka demi integritas. Dan masyarakat masih memberikan respek kepada mereka. Berbeda kontras dengan Denny JA yang terang-terangan menelanjangkan dirinya sendiri di depan umum.

Saya berharap ada sebagian mitra Denny JA di LSI yang akan segera menyadari kepelacuran pimpinan mereka. Semoga para peneliti di LSI menemukan jalan keluar dari kesesatan berpikir boss mereka. (*)

[Oleh : Asyari Usman. Penulis adalah wartawan senior]

(*) Untuk membaca tulisan Asyari Usman yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru