Opiniindonesia.com – Mau kalian berteriak sampai ke langit ketujuh pun, rakyat tidak akan percaya Jokowi menang pilpres 2019 ini. Bagaimana mungkin rakyat bisa percaya kalian? Semua hal tentang kalian tidak ada yang layak dijadikan landasan untuk dipercaya.
Mengapa tidak layak dipercaya? Karena kalian tidak memiliki integritas dan kredibilitas. Tidak punya moral untuk bisa dipercaya. Lihat saja siapa-siapa sekutu kalian.
Mari kita bentangkan satu per satu gerombolan (koalisi) kalian itu.
1. Gerombolan kalian adalah parpol-parpol yang sejak lama terkenal dengan prestasi korupsi. Terkenal jago menipu dan menilap. Hitung saja berapa banyak politisi PDIP yang terlibat korupsi. Begitu juga Golkar, PKB, PPP, NasDem, dll.
Masih ingat mantan bupati Kota Waringin, Supian Hadi, dengan korupsi 5.8 triliun? Masih ingat Setya Novanto? Idrus Marham? Romi Romahurmuziy? Dan jangan lupa Bowo Sidik Pangarso dengan kasus Sejuta Amplop yang, diduga berat, akan ditebar untuk membeli suara pemilu 2019.
Mereka inilah sekutu Jokowi. Inikah yang mau dipercaya rakyat?
2. Gerombolan kalian adalah figur-figur yang korup, bejat dan khianat. Yaitu, para oportunis yang memperkaya diri dan keluarga mereka. Orang-orang yang siap menggadaikan Indonesia kepada asing. Orang-orang yang menghalalkan segala cara. Orang-orang yang berideologi tipu-muslihat. Orang-orang yang berhaluan hedonisme, yang mengeruk kekayaan di atas penderitaan rakyat.
Mereka inilah sekutu Jokowi, orang-orang dekat Jokowi. Inikah yang mau dipercaya rakyat?
3. Gerombolan kalian adalah para pengusaha rakus yang telah mengacak-acak kekayaan bangsa dan negara sesuka hati. Mereka siap menggelontorkan uang haram mereka untuk membantu kalian. Mereka adalah perampok aset rakyat yang kemudian mereka jadikan alat untuk membentengi diri dan komunitas mereka.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Mereka itulah yang menghancurkan lingkungan hidup, menggundulkan hutan. Merekalah yang mengeruk habis isi perut bumi Indonesia yang seharusnya dinikmati seluruh rakyat. Merekalah yang dulu menggelapkan dana BLBI dalam jumlah ratusan triliun.
Merekan itulah sekutu Jokowi, orang yang dekat dengan Jokowi. Inikah yang mau dipercaya rakyat?
4. Gerombolan kalian adalah para pejabat tinggi di banyak instansi negara yang siap melakukan apa saja demi uang. Mereka ini memiliki segala macam kekuasaan yang diperlukan untuk memuluskan kecurangan dan penipuan. Termasuk pencurangan pemilu/pilpres. Sudah terbukti pengabdian mereka untuk pilpres ini.
Mereka bekerja all-out untuk memenangkan kebatilan. Di mana bisa, mereka melakukan intimidasi terhadap orang-orang yang dianggap menjadi penghambat kemenangan Jokowi. Termasuk intimidasi terhadap saksi TPS sebagaimana banyak dikeluhkan masyarakat.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Mereka inilah sekutu Jokowi. Inikah orang yang mau dipercaya rakyat?
5. Gerombolan kalian adalah lembaga-lembaga survei bayaran. Yang bekerja sesuai pesanan kalian. Mereka adalah orang-orang yang bersekongkol dengan kalian untuk merampok kemenangan orang lain. Para pengelola lembaga-lembaga survei itu adalah orang-orang yang haus duit.
Mereka tidak memiliki nurani sama sekali. Mereka setiap saat siap memutarbalikkan data dan fakta demi uang. Mereka mengajarkan kepada generasi muda tentang cara melakukan pencurangan dan penipuan.
Mereka itulah orang-orang yang membantu Jokowi. Inikah yang mau dipercaya rakyat?
Never! Tidak akan pernah sama sekali. Rakyat sadar betul dan tidak akan percaya pada kalian. Kata “bisa dipercaya” tidak akan pernah tersemat di dada kalian. Kalian adalah penipu yang sangat membahayakan bangsa dan negara.
Oleh : Asyari Usman, adalah Penulis wartawan senior.








