Beginikah Cara Rezim Mematikan Demokrasi di Republik Ini?

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 1 November 2020 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi. (Foto : Dok. pribadi)

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi. (Foto : Dok. pribadi)

Terlihat Rezim Jokowi mau bunuh dan matikan demokrasi. Cuma tidak ada instrumen hukumnya untuk lakukan pembungkaman. Makanya UU ITE yang jadi alat gelotine demokrasinya.

KAMI lahir sebagai alat check and balancing atas ketimpangan di Negeri ini. KAMI memaang patut lahir karena suara rakyat yang seharusnya bergema di Parlemen Senayan, dalam sejumlah isu besar kepentingan Rakyat.

Malah DPR bungkam dan bersekutu dengan Istana. DPR yang makan gaji dari rakyat mestinya bela Rakyat. Bukan jadi pegawai Istana. Bukan jadi office boy Istana. Tragis parlemen di negeri ini.

Sikap Parlemen yang bungkam atas suara rakyat itu juga simbol matinya demokrasi.
Suara keras saat Aksi menentang UU Omnibus law dengan teriakan di jalanan “DPR Goblok” adalah cermin matinya nurani dan demokrasi di DPR.

Di saat rakyat menaruh harapan terhadap KAMI yang dianggap independen untuk menjadi saluran suara Rakyat. Para Aktifis KAMI dipersekusi dengan penangkapan dan penahanan. Penangkapan ini sebuah pelanggaran HAM dan kezaliman yang luar biasa.

Dunia internasioanal perlu dengarkan KAMI dan Suara rakyat Indonesia. Demokrasi telah mati di Negeri ini. Tolong KAMI dan selamatkan kami. Jika tidak, kediktatoran dan ktoriter semakin marajalela di era rezim Jokowi ini. Rakyat dibuat takut bersuara.

Kedatangan Menlu AS, Mike Pompeo dengan sejumlah agendanya ke Jakarta beberapa hari lalu, perlu mendengar rintihan ini. Jika Pemerintah AS lakukan perjanjian apa pun dengan rezim Jokowi, tolong pertimbangkan nasib demokrasi di negeri ini.

Pemerintahan Presiden Trump agar tidak mendukung kediktatoran dan otoriter oleh Jokowi di tegeri ini. Tolong bebaskan Aktifis KAMI yang ditangkap dan akan ditangkap.

Negeri kami, semakin menuju kesuraman demokrasi yang nyata. Kediktatoran dan otoritarianisme semakin marajalela di bawah Rezim Jokowi.

Jika ingin demokrasi hidup kembali. Segera bebaskan segera Dr Syahganda dkk. Dan stop upaya penangkapan atas Dr Ahmad Yani dan lain nya. Merdeka!!!

Oleh: Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan, Pendiri KAMI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru