Mengapa Demo Kaum Pemuda Meresahkan Presiden Jokowi

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demontrasi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Demontrasi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Opiniindonesia.com – Undang-Undang Omnibuslaw (UU) Cipta Kerja yang disahkan pada Senin (5/10/2020) menimbulkan penolakan hampir dari seluruh kalangan masyarakat.

Aksi unjuk rasa dari elemen buruh dan mahasiswa pun menghiasi sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan ada generasi milenial lain, yaitu pelajar atau siswa menengah yang ikut terlibat.

Menarik sekali dengan apa yang terjadi pada demo beberapa hari yang lalu. Disamping elemen buruh dan mahasiswa yang terlibat, terlihat bahwa demo saat itu juga banyak diikuti oleh pelajar STM, SMA, bahkan juga ada banyak pelajar SMP yang terlibat, disamping mereka juga yang sudah lulus sekolah dan tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Tapi sanyangnya perlakuan aparat kepolisian terhadap adik2 milenial ini sangat represif dan terlihat tidak pantas. Mereka semua ditangkap dan dikejar serta di gelandang ke markas kepolisian dengan perlakuan yang tidak wajar.

Beredar dari video yang sudah banyak beredar di medsos, adik2 milenial ini di jemur di terik panas matahari dengan kondisi baju mereka di buka dan disuruh tidur di lapangan terbuka.

Sangat menyedihkan sekali dan patutlah kita sayangkan perlakuan aparat kepolisian ini yang seharusnya tugasnya mengayomi bukan justru menyamakan mereka dengan penjahat kriminal dan pembunuhan.

Padahal Demo adalah hak Rakyat untuk menyampaikan pendapatnya dan di jamin Undang undang.

Apapun alasan yang dikemukanan pihak kepolisian bahwa mereka melakukannya untuk mendidik dan menasehati serta ini sesuai dengan protap mereka.

Tindakan perlakuan yang tidak wajar kepada para pendemo kemarin menunjukkan tingkat kesadaran aparat dan petinggi kepolisian dalam memahami HAM masih di level yang rendah, dan masih menganggap para pendemo adalah musuh yang harus diberantas.

Padahal generasi kaum muda dan milenial sekarang ini sudah melek teknologi dan cepat sekali menerima banyak informasi dan banyak belajar, termasuk tentang geo politik.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru