Mengapa Demo Kaum Pemuda Meresahkan Presiden Jokowi

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demontrasi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Demontrasi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Mereka sudah mulai memahami dan berfikir bagaimana kalau benar2 UU Omnibuslaw ini diterapkan. Sementara mereka sendiri, nanti 4 atau 10 tahun kedepan adalah yang akan menerima dampaknya.

Wajar saja bila mereka merasa dengan UU Omnibuslaw ini dijalankan, masa depan depan mereka menjadi suram. Sehingga mereka merasa dan saatnya mereka juga ingin bergerak untuk membantu kakak2 mereka yang mahasiswa dan buruh dalam menolak UU Omnibuslaw itu.

Kalau kita amati kejadian demo besar2an di ibukota Jakarta kemarin, umumnya yang bergerak adalah baru para mahasiwa dan pelajar yang ada diwilayah ibu kota Jakarta saja.

Buruh dan elem masyarakat lainnya masih banyak yang tertahan di wiliyah penyanggah ibu kota, seperti Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Para buruh dan elemen masyakat tersebut tertahan untuk tidak bisa masuk ke ibu kota dan di jaga ketat oleh aparat disetiap wilayah tersebut.

Anehnya malah justru baru dengan hanya kekuatan demo dari milenial ini saja, Presiden Jokowi seperti sudah merasa resah dan tidak punya keberanian untuk bertemu langsung dengan para pendemo ini.

Justru beliau menyingkir dengan terbang ke Kalimantan Tengah, dengan alasan meninjau lokasi pertanian yang baru dibuka oleh Menteri Pertahanan (serta Pertananian dan Pangan).

Padahal ada disebuah video yang juga banyak beredar di masyarakat dan media youtube, bahwa Presiden Jokowi ini sudah menyatakan kangen dengan adanya Demo (Masa), Beliau beranggapan bahwa demo itu diperlukan untuk mengontrol pemerintah.

“…., Saya kangen sebetulnya didemo, ngak…karna apa… apapun..apapun… pemerintah itu perlu dikontrol.., pemerintah itu perlu ada yang kontrol…” demikian ucapnya, pada suatu ke sempatan pidato tanpa teks, yang belum diketahui itu kapan, tapi itu jelas gambar dan suara beliau.

Tapi kenyataanya kenapa beliau itu kemarin, justru kabur dari suasana ibukota yang sedang berdemo dan alasan dengan mengadakan kunjungan kerja.

Harusnya beliau berpidato menghadapi para pendemo milenial ini, karna memang usulan UU Omnibuslaw ini adalah ide dan gagasan beliau.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru