Di Manakah Tempat Mencari Moralitas yang Terkikis?

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 18 Oktober 2020 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai-nilai moral yang ditanamkan dalam pelajaran belum sepenuhnya dipahami atau bahkan diresapi dalam kehidupan nyata. (Foto: Eksploringyourmind.com)

Nilai-nilai moral yang ditanamkan dalam pelajaran belum sepenuhnya dipahami atau bahkan diresapi dalam kehidupan nyata. (Foto: Eksploringyourmind.com)


Opiniindonesia.com – Jika mencermati kejadian yang terjadi antara guru dan murid atau pun sebaliknya. Yang berperilaku kurang pantas bahkan bisa dikatakan hal itu, adalah kerusakan moral anak bangsa.

Tidak pada ruang lingkup peristiwa itu saja yang terjadi dan melibatkan pelajar. Dalam hal tawuran, geng motor, narkoba pelajar menjadi incaran. Tentunya, kejadian-kejadian tersebut menjadi catatan anak remaja Indonesia.

Bahwa nilai-nilai moral yang ditanamkan dalam pelajaran belum sepenuhnya dipahami atau bahkan diresapi dalam kehidupan nyata.

Kita tidak ingin mencari kambing hitam di dalam degradasi moral remaja. Banyak hal yang melatar belakangi remaja melakukan tindakan diluar akal sehat mereka.

Bisa jadi konflik keluarga, pergaulan yang tidak terkontrol, mencari perhatian, rasa ingin tahu, menirukan perilaku idolanya yang diluar batas, atau hanya pelampiasan semata dan yang sangat memperangruhi di era digital ini, tidak dapat mengontrol penggunaan medsos dengan bijak.

Ini menjadi perkerjaan rumah yang tidak remeh karena remaja adalah warisan generasi bangsa indonesia. Jika generasinya rusak maka rugilah bangsa ini.

Oleh sebab itu pendidikan moral pancasila yang, dulu sempat menjadi acuan anak didik dalam menembalkan moral mereka wajid dilestarikan kembali. Negara nomor satu untuk memfasilitasi pendidikan moral pancasila.

Karena negaralah yang mengeluarkan perintah wajib dan tidak pendidikan moral pancasila.

Pendidikan moral bukan dibuat-buat atau berdasarkan keinginan masing-masing individu tapi pendidikan moral pancasila memiliki kurikulum yang jelas, tenaga ahli, dan sumber utamanya pancasila. Ditambah dengan sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak.

Agar perumusan pendidikan moral pancasila sesuai dengan konteks remaja melenia saat ini.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru