Manusiawi, Emosi dan Marah atas Penghinaan Baginda Rasul

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 2 November 2020 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emosi dan marah sebab yang dicintai dihina itu manusiawi, itulah salah satu bukti atas cintanya. (Foto: klikdokter.com)

Emosi dan marah sebab yang dicintai dihina itu manusiawi, itulah salah satu bukti atas cintanya. (Foto: klikdokter.com)

Tapi dia adalah presiden negara Perancis sehingga menimbulkan gelombang protes bahkan seruan boikot terhadap produk-produk dari negara Perancis, sebab pernyataan dan dukungan kepada majalah Charlie Hebdo sangat menyinggung perasaan umat muslim sedunia.

Sebagai umat Islam sebaiknya jangan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan di luar batas-batas kemanusiaan, sebab bisa jadi itu adalah jebakan yang menjadi harapan majalah Charlie Hebdo dan Emmanuel Macron, untuk memberitakan kepada dunia bahwa Islam itu adanya: ekstrem, peneror, barbar, pendendam, dan penuh kebencian.

Akhirnya, saya yakin dan percaya bahwa kehormatan dan kebesaran Nabi Muhammad SAW dengan risalah Islam yang dibawanya tidak akan berkurang atau menjadi kerdil hanya karena dangkalnya pernyataan dan pandangan Emmanuel Macron.

Sebaliknya sebagai muslim seperti saya harus bisa menunjukkan bahwa pengikut Muhammad tidaklah sedangkal pikiran Emmanuel Macron. Dan sebagai manusia biasa yang muslim, emosi dan marah dalam batas kewajaran itu sah-sah saja dan manusiawi atas penghinaan kepada nabinya.

Tapi yang utama sebaiknya jangan mudah terprovokasi dengan cara ikut-ikutan menyalahkan atau membenarkan atas segala kejadian akibat dari emosi dan amarah berujung pembunuhan karena penghinaan.

Allohummasholli’alasayidina…!!

Oleh : Paman Aveng, Pekerja swasta.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru