Tapi dia adalah presiden negara Perancis sehingga menimbulkan gelombang protes bahkan seruan boikot terhadap produk-produk dari negara Perancis, sebab pernyataan dan dukungan kepada majalah Charlie Hebdo sangat menyinggung perasaan umat muslim sedunia.
Sebagai umat Islam sebaiknya jangan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan di luar batas-batas kemanusiaan, sebab bisa jadi itu adalah jebakan yang menjadi harapan majalah Charlie Hebdo dan Emmanuel Macron, untuk memberitakan kepada dunia bahwa Islam itu adanya: ekstrem, peneror, barbar, pendendam, dan penuh kebencian.
Akhirnya, saya yakin dan percaya bahwa kehormatan dan kebesaran Nabi Muhammad SAW dengan risalah Islam yang dibawanya tidak akan berkurang atau menjadi kerdil hanya karena dangkalnya pernyataan dan pandangan Emmanuel Macron.
Sebaliknya sebagai muslim seperti saya harus bisa menunjukkan bahwa pengikut Muhammad tidaklah sedangkal pikiran Emmanuel Macron. Dan sebagai manusia biasa yang muslim, emosi dan marah dalam batas kewajaran itu sah-sah saja dan manusiawi atas penghinaan kepada nabinya.
Tapi yang utama sebaiknya jangan mudah terprovokasi dengan cara ikut-ikutan menyalahkan atau membenarkan atas segala kejadian akibat dari emosi dan amarah berujung pembunuhan karena penghinaan.
Allohummasholli’alasayidina…!!
Oleh : Paman Aveng, Pekerja swasta.





