Film “Jejak Khilafah di Nusantara” Diblokir, Mengapa?

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 26 Agustus 2020 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). (Foto : islamkaffah.id)

Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). (Foto : islamkaffah.id)

Seharusnya pemerintah tidak perlu juga memerintahkan Youtube untuk memblokir dan mengacak jalannya penayangan film dokumenter JKDN itu, dan malah ini makin menjadikan JKDN terkenal dan manjadi pembicaraan utama atau trending topic di jagat media sosial.

Pemerintah seharus tidak perlu membayar para BuzzerRp dan Influencer lainnya yang hanya untuk terus membangun opini public sebagai pencitraan atas keraguan dalam kebijakannya, yang dari penelitian dari Indonesian Corruption Watch (ICW) saja sudah mencapai Rp 90,4 Milyar, per 18 Agustus 2020.

Kita tidak perlu alergi dengan sejarah dan perkembangan khilafah di Nusantara ini. Sejarah Indonesia memang dari dulu sudah ter-infiltrasi atau disusupi oleh bangsa lain dengan tujuan untuk mengaburkan dan menguburkan sejarah yang sebenarnya tentang betapa luasnya islam yang sudah berkembang pesat di Nusantara ini sejak awal keislaman terbentuk.

Belum lagi dengan kebenaran dan keberadaan adanya Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Padjajaran dan lainnya yang belum banyak terkuak dan apa hubungannya dengan perkembangan sejarah islam, karna secara urutan waktu keberadaannya saling beririsan.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita semua sebagai sebuah bangsa yang besar untuk terus menggali dan menilai setiap adanya ungkapan baru tentang sejarah, sehingga nantinya didapat suatu benar merah dari sejarah kita yang sesungguhnya.

Oleh : H.G. Sutan Adil, Ketua DPP FKMI (Forum Komunikasi Muslim Indonesia

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru