Ini, Pelajaran Super Penting dari Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 6 November 2020 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joe Biden dan Donald Trump. (Foto: Charlottestories.com)

Joe Biden dan Donald Trump. (Foto: Charlottestories.com)

Hasil jajak pendapat Edison Research, misalnya, menemukan bahwa isu ekonomi dinilai paling penting bagi pemilih di AS (34%). Disusul masalah kesetaraan rasial dan toleransi berada di urutan kedua (21%). Sementara soal pandemi Covid-19 ternyata berada di peringkat ketiga (18%), dan masalah keamanan (11%).

Dengan menjadikan pandemi sebagai masalah utama dalam kampanyenya, Joe Biden (Demokrat) optimis bahwa hal itu bisa menyoroti kegagalan Trump dengan opsi dan jargon kampanye ekonominya.

Tetapi pendukung Trump terbukti lebih mempertimbangkan rekam jejak ekonomi presiden sebelum pandemi Covid-19 melanda AS. Ini salah satu sebab mengapa pemilihan Presiden AS 2020 berlangsung sangat ketat sampai akhir perhitungan suara.

Ini mengaburkan prediksi survei yang mengatakan bahwa Joe Biden akan mengalahkan Donald Trump secara telak. Bagaimanapun, Biden tetap bisa menang, atau sebaliknya.

Tetapi kemenangan yang akan diraih oleh salah satu kandidat akan sangat tipis, bahkan kontroversial. Bahkan jika Joe Biden terpilih sebagai Presiden AS juga diprediksi akan kesulitan saat memimpin nanti.

Sebab Partai Republik diramal akan kembali memegang mayoritas Senat. Jumlah kursi mayoritas yang didapat Demokrat di DPR AS pun diproyeksikan tidak akan terlalu jauh selisihnya dari Republik.

Pertama, Lembaga survei Trafalgar Group pimpinan Robert Cahaly, yang berafiliasi dengan Partai Republik mengungkapkan bahwa pemilih Trump itu dikenal sebagai pemilih pemalu.

Mereka tidak suka menyampaikan pendapatnya karena takut dihakimi publik AS karena prilaku Trump yang racis dan mata keranjang.

Padahal sesungguhnya mereka lebih suka kepada Trump karena dianggap efektif terkait kebijakan ekonominya, ketimbang kebijakan pajak dari Biden.

Kinerja dan kompetensi Trump di bidang ekonomi lebih diakui daripada tindak prilaku dan omongannya yang kasar. Jadi tidak aneh jika mereka berbicara bohong dalam survei.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru