Hasil jajak pendapat Edison Research, misalnya, menemukan bahwa isu ekonomi dinilai paling penting bagi pemilih di AS (34%). Disusul masalah kesetaraan rasial dan toleransi berada di urutan kedua (21%). Sementara soal pandemi Covid-19 ternyata berada di peringkat ketiga (18%), dan masalah keamanan (11%).
Dengan menjadikan pandemi sebagai masalah utama dalam kampanyenya, Joe Biden (Demokrat) optimis bahwa hal itu bisa menyoroti kegagalan Trump dengan opsi dan jargon kampanye ekonominya.
Tetapi pendukung Trump terbukti lebih mempertimbangkan rekam jejak ekonomi presiden sebelum pandemi Covid-19 melanda AS. Ini salah satu sebab mengapa pemilihan Presiden AS 2020 berlangsung sangat ketat sampai akhir perhitungan suara.
Ini mengaburkan prediksi survei yang mengatakan bahwa Joe Biden akan mengalahkan Donald Trump secara telak. Bagaimanapun, Biden tetap bisa menang, atau sebaliknya.
Tetapi kemenangan yang akan diraih oleh salah satu kandidat akan sangat tipis, bahkan kontroversial. Bahkan jika Joe Biden terpilih sebagai Presiden AS juga diprediksi akan kesulitan saat memimpin nanti.
Sebab Partai Republik diramal akan kembali memegang mayoritas Senat. Jumlah kursi mayoritas yang didapat Demokrat di DPR AS pun diproyeksikan tidak akan terlalu jauh selisihnya dari Republik.
Pertama, Lembaga survei Trafalgar Group pimpinan Robert Cahaly, yang berafiliasi dengan Partai Republik mengungkapkan bahwa pemilih Trump itu dikenal sebagai pemilih pemalu.
Mereka tidak suka menyampaikan pendapatnya karena takut dihakimi publik AS karena prilaku Trump yang racis dan mata keranjang.
Padahal sesungguhnya mereka lebih suka kepada Trump karena dianggap efektif terkait kebijakan ekonominya, ketimbang kebijakan pajak dari Biden.
Baca Juga:
Laporan Omdia Semester I-2026: Hisense Pimpin Pasar Global TV 100 Inci ke Atas
ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026
Kinerja dan kompetensi Trump di bidang ekonomi lebih diakui daripada tindak prilaku dan omongannya yang kasar. Jadi tidak aneh jika mereka berbicara bohong dalam survei.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






