Yang penting kita bisa terhindar dari resiko ancaman Cobid-19 yang mematikan itu. Karena kesehatan dan keselamatan bagi kita adalah nomor satu. Bukan calon kandidat dari Pilkada.
Kalau dia mengirim paket sembako, toh mungkin cuma sekali itu saja. Sesudah itu, kita sebagai pemilih boleh jadi akan kembali dia dilupakan. Begitu juga buzzer dan influencer, toh pembayarannya sudah dibayar sebelumnya.
Mungkin begitu cara terbaik dan bijak menyikapi Pilkada serentak yang terkesan susah kebelet tak mau ditunda itu.
Sebab kita sebagai rakyat yang semakin susah harus bisa pula menemukan cara terbaik untuk bersilancar di tengah Civid-19 yang berseliweran dan suasana Pulkada yang mau mencari model kampanya yang murah, meriah dan efektif. Tapi tetap tak boleh berkerumun.
Oleh : Jacob Ereste, Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Federasi Bank, Keuangan dan Niaga (F.BKN) K.SBSI.






