DKI Jakarta, Sepeda, dan Perubahan Kualitas Hidup Anda

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 6 November 2020 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepeda adalah alat transportasi paling sehat dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat asap kendaraan. (Foto: Instagram @p_adhita)

Sepeda adalah alat transportasi paling sehat dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat asap kendaraan. (Foto: Instagram @p_adhita)

Ini soal mindset dan pola hidup. Hanya butuh kebiasaan. Yang pasti, bersepeda itu hemat dan sehat. Sehat jasmani, dan otak anda juga sehat. Kenapa?

Karena anda mengurangi pencemaran lingkungan, dampak kemacetan dan kebisingan di jalan raya. Ini cara cerdas bertransportasi. Kalau ini dihitung pahala, tentu akan jadi catatan amal yang tidak pernah sia-sia.

Sepeda itu alat transportasi, bukan buat gaya-gayaan. Gak perlu sepeda sport atau yang harganya mahal. Gak penting. Sepeda bekas dengan harga murah itu lebih antik dan artistik. Gak kalah nyamannya.

Di sejumlah negara Eropa, pejabat ke kantor naik sepeda itu biasa. Meski pakai jas mewah dan celana mahal. Ini soal pola hidup. Beda dengan di Indonesia.

Baru pejabat eselan tiga atau empat, gayanya gak ketulungan. Pakai sopir dan pengawal pribadi. Akibatnya, rawan korupsi. Karena cost hidupnya terlalu tinggi. Pola hidup macam ini harus diubah.

Di Jakarta, telah dibangun jalur sepeda. Panjangnya 63 KM. Belum seberapa dibanding kebutuhan bersepeda bagi warga Jakarta. Tapi, ini awal yang baik. Ini sudah menjadi bagian dari kampanye hidup sehat dan hemat.

Gubernur Anies Baswedan terlihat terus mengkampanyekan bersepeda. Di bagian belakang mobil gubernur DKI ini, ada sepeda.

Sebelum pandemi, hampir setiap pagi gubernur bersepeda. Sebelum ke baikota, gubernur DKI ini gemar sidak ke ke sejumlah tempat, dan masuk gang-gang perkampungan.

Melakukan inspeksi. Kok gak dikespos? Kenapa gak bawa kamera? Kalau model kampanye seperti itu sudah sangat konvensional. Kuno! Bahkan konyol! Rakyat sudah paham mana kerja dan mana pencitraan. Anies nampaknya gak mau ikut-ikutan.

Kampanye sepeda di Jakarta cukup berhasil. Yang ke kantor menggunakan sepeda terus bertambah. Penjualan sepeda di Jakarta naik 1000 persen. Bahkan saat pandemi, warga Jakarta yang pakai sepeda naik 10 kali lipat.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru