Janganlah Kau Duduk di Kursi yang Bukan untukmu, Alasannya?

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 22 Oktober 2020 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsultan komuniakasi dan penulis Buku, Anab Afifi. (Foto : Instagram @anabafifi)

Konsultan komuniakasi dan penulis Buku, Anab Afifi. (Foto : Instagram @anabafifi)

Itulah yang disebut dengan maqom. Tempat di mana seharusnya kamu duduk dalam sebuah bisnis. Betapapun warung itu yang mendirikan atau yang punya saya sekalipun, maqom saya ya tetaplah koki.

Seorang sahabat, sering mendorong saya agar sering-sering mengisi status-status saya dengan informasi menu-menu jualan warung saya. Saya tidak tidak menjawab.

Sekarang bila ia membaca tulisan ini, dia akan tahu alasannya. Alasan yang mendasar.

Tuhan menciptakan tiap manusia sempurna. Makna sempurna ini, diantaranya adalah bagaimana setiap orang telah dibekali keunikan masing-masing. Keunikan yang tunduk pada hukum sunatullah pada tempatnya masing-masing. Itulah maqom.

Dalam bisnis, maqom ini penting. Maqom juga sering disebut dengan kuadran. Pada kuadran mana seorang memilih, ya harus tunduk pada pilihannya itu.

Maka, tidak mungkin setiap orang ber-maqom ganda. Namun, seringkali orang memaksakan diri menduduki suatu kursi yang bukan untuknya.

Bagaimana mungkin seorang yang mengaku sudah bermaqom Sultan, pendiri perusahaan, pemimpin perusahaan itu sekaligus pemiliknya, dengan sadar mengiklankan dirinya sebagai seorang sales?

Bahwa, seorang pemimpin bisnis mesti jago jualan dan ahli seluruh rangkaian proses bisnisnya, tidak harus demikian.

Maka, lahirlah guyonan singkatan CEO itu adalah ‘Chief Everything Officer’. Eksekutif di segala bidang. Makhluk segala bisa.

Meski pada tahap memulai bisnis seorang pionir akan melakukan semuanya, namun tidak semua hal diceritakan kepada publik bukan?

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Pengalaman Bertema Disney and Pixar’s Toy Story Hadir di SKAI

Rabu, 26 Agu 2026 - 15:08 WIB

Pers Rilis

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Rabu, 26 Agu 2026 - 08:36 WIB