Saya sering terkesima bila membaca iklan sebuah seminar anak milenial sekarang yang gegap-gempita. Pembicara disebut dengan gagah disebut sebagai founder ini CEO anu, dan itu.
Dan itu dinyatakan sendiri oleh yang bersangkutan dengan bahasa-bahasa dan kalimat yang malah menurunkan kelas atau maqom yang hendak ia bangun.
Dalam ilmu marketing itu disebut sebagai ketikdak singkronan antara konten dan konteks.
Ala kulli haal. Some how. Setiap orang happy. Akan baik-baik saja hidupnya jika:
1/ mengenali apa kunikan dirinya;
2/ tahu maqomnya di mana untuk meletakkan keunikan dirinya itu;
3/ tidak memaksakan diri untuk menduduki kursi yang bukan maqomnya.
Nah, siapakah Anda?
Oleh : Anab Afifi, konsultan komunikasi dan penulis buku.






