Mengajak Tarung Gagasan Secara Ksatria, Mengapa KAMI Dipersulit?

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 8 September 2020 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Tokoh Indonesia saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). (Foto : inisiatifnews.com)

Para Tokoh Indonesia saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). (Foto : inisiatifnews.com)

KAMI sebagai gerakan moral tidak boleh menyerah. Kebenaran dan keadilan harus terus diperjuangkan walaupun menghadapi seribu kesulitan.

Tekanan politik biasa dilakukan oleh penguasa yang takut terusik akan kemapanannya. Mengalami sindroma berat penyakit takut diturunkan dari singgasana. Menghantui siang dan malam.

KAMI di daerah-daerah terus bermunculan. Tumbuh dari kekuatan yang ingin meluruskan arah kiblat bangsa. Buzzer, influencer, maupun “covider” (mereka yang menunggangi pandemi covid) boleh berusaha untuk mengotak-atik dan melemahkan, tetapi dimana dan kapanpun gerakan moral itu sulit untuk dltangkal. Karena suara langit yang ikut menggemakan.

KAMI memang dipersulit, tetapi tidak akan lari terbirit-biritt. Apalagi hanya didasarkan pada alasan covid. Walaupun protokol sudah dinyatakan siap dijalankan dengan tertib. Masih saja dicari jalan untuk mempersempit.

KAMI berjuang untuk agama, bangsa, dan negara bukan untuk menduduki kursi kekuasaan. Bukan pula untuk menjatuhkan siapapun. Meski kursi yang diduduki semakin lapuk atau tak terawat.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru