KAMI sebagai gerakan moral tidak boleh menyerah. Kebenaran dan keadilan harus terus diperjuangkan walaupun menghadapi seribu kesulitan.
Tekanan politik biasa dilakukan oleh penguasa yang takut terusik akan kemapanannya. Mengalami sindroma berat penyakit takut diturunkan dari singgasana. Menghantui siang dan malam.
KAMI di daerah-daerah terus bermunculan. Tumbuh dari kekuatan yang ingin meluruskan arah kiblat bangsa. Buzzer, influencer, maupun “covider” (mereka yang menunggangi pandemi covid) boleh berusaha untuk mengotak-atik dan melemahkan, tetapi dimana dan kapanpun gerakan moral itu sulit untuk dltangkal. Karena suara langit yang ikut menggemakan.
KAMI memang dipersulit, tetapi tidak akan lari terbirit-biritt. Apalagi hanya didasarkan pada alasan covid. Walaupun protokol sudah dinyatakan siap dijalankan dengan tertib. Masih saja dicari jalan untuk mempersempit.
KAMI berjuang untuk agama, bangsa, dan negara bukan untuk menduduki kursi kekuasaan. Bukan pula untuk menjatuhkan siapapun. Meski kursi yang diduduki semakin lapuk atau tak terawat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






