Kurva Covid-19 Terus Melonjak, Benarkah Stay at Home Tidak Efektif?

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya serta menyusun regulasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, salah satunya adalah himbauan untuk tetap berada di rumah. (Foto: nm.org)

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya serta menyusun regulasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, salah satunya adalah himbauan untuk tetap berada di rumah. (Foto: nm.org)

Kesempatan untuk Work from Home dan belajar di rumah pun seringkali dijadikan ajang untuk bisa bepergian keluar secara bebas.

Berdasarkan hasil studi Professor Ekonomi Universitas Florida, Hakan Yilmazkuday yang berjudul “Stay at Home Worth to Fight Against Covid-19: International Evidence from Google Mobility Data” 1% peningkatan masyarakat yang berdiam diri di rumah akan mengurangi 70 kasus dan 7 kematian mingguan.

Apabila masyarakat Indonesia disiplin mematuhi himbauan pemerintah untuk Stay at Home, bisa dibayangkan berapa banyak orang yang bisa diselamatkan selama ini. Mungkin juga pandemi ini bisa berakhir lebih cepat.

Stay at Home bukan saja efektif melindungi diri sendiri, namun juga orang tersayang yang berada di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus menyerukan kampanye tetap berada di rumah.

Masyarakat harus saling bahu membahu dan disiplin menerapkan himbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar, dan tetap berdiam di rumah.

Tanpa adanya kesadaran dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat maka akan sulit bagi Indonesia untuk memenangkan ‘perang’ dalam krisis pandemi Covid-19 ini.

Oleh : Natalia Vinca Virlyani, Mahasiswa Public Relations – LSPR Communication and Business Institute.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru