Logika Menhan yang Sejuk dan Mencerahkan

- Pewarta

Rabu, 19 Juni 2019 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Pendangan kritis dan jernih Menhan, Jendral Ryamizard Ryacudu tentang isu dari rencana pembunuhan terhadap empat orang tokoh nasional dia anggap berlebihan, tidak masuk akal. Pernyaraan ancaman pembununan pada empat sosok publik figur itu dikatakan Kapolri Jendral Tito Carnavian tidak cukup meyakinkan bagi Menhan. Menurutnya itu sekedar manuver politik saja, seperti orang yang sering mengatakan nanti kamunl saya gebuk, katanya toh tidak lantas benar-benar dilakukan. Apalagi mau membunuh, memangnya gampang dapat dilakukan.

Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere dan seorang pimpinan lbaga survey yang tak hendak disebutkan namanya, kata Tito Carnavian saat konfrensi pers di Kantor Menko Polhukam Jakarta, 28 Mei 2019. Keempat nama yang menjadi target pembunuhan itu diketahui dari pemeriksaan tersangka kerusuhan aksi 21- 22 Mei 2019 dan krpemilikan senjata api ilegal.

Menhan menyatakan ketidakyakinannya terhadap rencana pembunuhan itu ketika berada di kompleks Istana Jakarta, 29 Mei 2019. Karena menurut Ryamizard Ryacudu, narasi mrmbunuh pejabat negara itu cuma manuver politik belaka. Jika pun keinginan membunuh mereka itu memang benar adanya lalu apa sih dosa-dosa yang sudah mereka lakukan, sehingga menjadi tidak lagi bisa dimaafkan ?

Logika Menhan yang sejuk dan mencerahkan ini bisa diterima akal sehat orang banyak. Karena apakah mungkin membunuh orang di negeri ini sudah begitu gampang. Apalagi untuk pejabat publik yang ada standar pengamanan dan keamanannya.

Oleh: Jacob Ereste. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru