Meneladani Semangat Kartini di Era Modern Sebagai Perempuan Mandiri dan Tanguh

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 26 April 2021 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kartini. /Dok. Media Apakabar/M. Rifa'i Azhari

Ilustrasi Kartini. /Dok. Media Apakabar/M. Rifa'i Azhari

4. Pendidikan

Berdasarkan hasil rilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2018, perempuan kota yang mengenyam pendidikan setingkat SMA 88,65%, sedangkan perempuan di desa 76,99%. Kemudian, perempuan kota yang berpendidikan sampai dengan perguruan tinggi sebesar 35,14% dan perempuan di desa hanya 15,28%.

Jumlah angka tersebut memnggambarkan bahwa belum banyak perempuan yang mengakses pendidikan pada perguruan tinggi pasca SMA. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi, geografis dan budaya partiarki. Secara ekonomi masyarakat kita masih sulit untuk mengakses pendidikan di perguruan tinggi karena tingginya biaya Pendidikan.

Secara geografis di Indonesia masih banyak daerah yang belum memiliki perguruan tinggi, sehingga masyarakat sulit mengkses Pendidikan karena terkendala jarak. Budaya patriarki yang tertanam membuat pandangan bahwa perempuan tidak perlu melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi karena masuk pada usia layak menikah, yang nantinya hanya akan berkutat pada urusan domestik.

5. Psikologis

Segala bentuk permasalahan dan tekanan di atas bermuara pada pembentukan mentalitas perempuan. Tidak jarang perempuan merasa tidak berdaya dan tidak percaya diri akan potensi yang dimiliki. Terlebih lagi beberapa stereotype yang membebani kaum perempuan mengakibatkan menguatnya budaya partiarki, sehingga kesehatan mental perempuan penyintas seringkali diabaikan.

Sebagai respons dari berbagai permasalahan tersebut, kita dapat meneladani semangat R.A. Kartini dalam mewujudkan emansipasi perempuan. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan emansipasi ditengah modernisasi diantaranya:

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB