Menyempurnakan Rekonsiliasi, Prabowo Telah Menjadi Pemersatu Ambon

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 28 Desember 2018 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

    ADA YANG menarik dari shalat Jumat capres Prabowo di Masjid Al Fatah Ambon? Tak banyak mungkin yang tertarik dengan pertanyaan ini.

    Melihat antusiasme warga menyambut Prabowo, proses pemulihan konflik yang terjadi sekitar 20 tahun lalu itu kelihatannya berjalan baik. Warga berkumpul di masjid dan mengelu-elukan Prabowo.

    Diperkirakan sekitar 10 ribuan jamaah tumpah-ruah di Masjid Al Fatah. Kontan pemandangan Ambon seperti Hari Raya Iedul Fitri. Jamaah khusus datang ke masjid kebanggaan Kota Ambon ini untuk bisa menjabat tangan atau setidaknya melihat capres Prabowo.

    https://opiniindonesia.com/2018/12/27/sby-turun-gunung-prabowo-sandi-menang/

    Setelah di luar masjid, lebih banyak lagi warga yang ikut mengelu-elukan Prabowo.

    Antusiasme warga yang tinggi dan jumlah orang yang memenuhi jalan-jalan di Ambon menunjukkan tidak cuma warga yang beragama Islam yang menyambut Prabowo, tetapi juga warga yang beragama Kristen. Ambon adalah kota yang jumlah penduduknya beragama Islam dan Kristen hampir seimbang.

    Pada 19 Januari 1999 meletus konflik sektarian di Ambon yang melibatkan dua pemeluk agama tersebut. Masjid Al Fatah adalah salah satu tempat yang terisolasi karena segregasi yang diciptakan oleh konflik.

    Namun sekitar 20 tahun kemudian kedatangan capres Prabowo Subianto ke Masjid Al Fatah Ambon semakin memperkukuh rekonsiliasi kedua pemeluk agama yang awalnya berjalan tertatih-tatih namun kemudian berjalan cukup baik.

    Kedatangan Prabowo kelihatan begitu dirindukan oleh warga Ambon. Sosoknya telah menghilangkan sekat dan perbedaan agama yang sebelumnya menjadi sumber konflik.

    Melihat respon warga, capres Prabowo sudah menunjukkan diri sebagai sosok pemersatu bangsa. Kedatangannya di Ambon menyempurnakan rekonsiliasi yang sudah berjalan baik karena dia diterima baik oleh pemeluk agama Islam maupun Kristen.

    Melihat harapan warga Ambon kepadanya, Prabowo dipastikan akan diperjuangkan oleh banyak warga Ambon khususnya dan warga Maluku pada umumnya untuk menjadi presiden pada 2019 mendatang. Harapan yang kelihatannya tidak berlebihan demi perdamaian dan pembangunan di Maluku. (*)

    [Oleh : Buni Yani. Penulis adalah pendiri Simpul Buni Yani Center for Social Justice]

    (*) Untuk membaca tulisan Buni Yani yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru