Pendidikan Bukan Soal Belajar Jarak Jauh Atau Tatap Muka, Tapi Kurikulum

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 3 Januari 2021 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Bahasa & Dosen Unindra, Syarifudin Yunus. /syarifudin yunus.

Pengamat Bahasa & Dosen Unindra, Syarifudin Yunus. /syarifudin yunus.

OPINI INDONESIA – Memang, pemerintah telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada semester 2/Januari 2021.

Namun realitasnya, angka penularan Covid-19 terus merebak dan masih tinggi di berbagai daerah.

Jadi, sekolah harus bagaimana? Aktivitas belajar mengajar masih PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau PTM (Pembelajaran Tatap Muka)?

Dunia Pendidikan bak dihadapkan “buah simalakama”. Satu sisi, bila menerapkan kebijakan pemerintah maka aktivitas belajar mengajar di sekolah dapat dilakukan secara tatap muka (PTM), sekalipun dengan protokol kesehatan yang ketat. Tapi saat itu pula, sekolah bisa jadi klaster baru penularan Covid-19.

Siswa dan guru bisa jadi terpapar Covid-19. Namun di sisi lain, kegiatan belajar di rumah yang berkepanjangan pun telah membuat siswa jenuh dan bisa berdampak secara psikologis secara permanen.

Apalagi format PJJ pun masih “jauh panggang dari apa”. Belajar dari rumah memang tidak efektif.

Lalu, apa yang harus dilakukan sekolah? Tetap PJJ atau tatap muka?
Pihak sekolah atau pemerintah harus memahami.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru