Pendidikan Bukan Soal Belajar Jarak Jauh Atau Tatap Muka, Tapi Kurikulum

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 3 Januari 2021 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Bahasa & Dosen Unindra, Syarifudin Yunus. /syarifudin yunus.

Pengamat Bahasa & Dosen Unindra, Syarifudin Yunus. /syarifudin yunus.

Beberapa masukan penting untuk membenahi kurikulm pendidikan Indonesia hari ini, antara lain:

  1. Pendidikan bukanlah proses untuk membangun intelektual atau kepintaran namun lebih bertumpu pada penguatan karakter dan literat dalam memahami realitas kehidupan.
  2. Orang tua perlu dididik untuk mengubah “cara pandang” tentang Pendidikan anak yang sesuai dengan potensinya, bukan memaksakan kehendak atau mimpi orang tua. Belajar bukan untuk mengejar “nilai tinggi” yang kuantitatif tapi lebih kepada kualitas pengembangan kepribadian anak.
  3. Guru harus memperkuat kompetensi dan kreativitas mengajar agar tidak lagi text book sehingga belajar menjadi kegiatan yang tidak menyenangkan siswa.
  4. Proses pendidikan, apapaun alasannya, harus menarik dan menyenangkan sehingga siswa tidak merasa terbebani saat belajar apalagi malah “ketakutan” sehingga menjadi pintu orang tua untuk ikut campur lebih jauh terjadap proses belajar siswa.

Jadi di masa pandemi Covid-19, tidak perlu memaksa PTM (pembelajaran tatap muka) tapi tetaplah PJJ (pembelajaran jarak jauh) dengan perbaikan di berbagai hal.

Dan yang terpenting, semua pihak berbenah agar belajar bisa lebih menyenangkan siswa. Maka dibutuhkan pembenahan sistem pendidikan dan perubahan cara pandang tentang arti pendidikan itu sendiri.

Karena pendidikan bukan soal PJJ atau PTM. tapi soal kesiapan kurikulum.

Oleh : Syarifudin Yunus, Dosen Unindra dan Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru