Bukan Menantang Pandemi, Munas MUI Harus Jadi Referensi Prokes

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 24 November 2020 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Majelis Ulama Indonesia. /kominfo.go.id.

Gedung Majelis Ulama Indonesia. /kominfo.go.id.

OPINI INDONESIA – Artikel ini tidak bicara tentang proses suksesi di MUI. Itu wilayah para ulama dengan segala kedalaman ilmu dan kearifannya. Mereka tahu mana yang terbaik bagi umat, dan juga bagi Indonesia.

Yang jelas, suksesi MUI beda dengan suksesi partai politik yang penuh intrik. Beda dengan pemilihan kepala daerah yang manipulatif.

Beda dengan suksesi sejumlah ormas yang karena melibatkan parpol akhirnya melegalkan money politics. MUI berbeda. No intrik, No manipulasi, No money politics.

Soal suksesi, percayakan kepada para ulama. Mereka tahu siapa calon pemimpin MUI yang memenuhi syarat syar’i.

Berintegritas, berkapasitas, dan punya komitmen memperjuangkan tegaknya nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Selama ini, MUI tidak pernah salah pilih. Selalu muncul ulama kharismatik yang menjadi pemimpin umat.

Nah, artikel ini ingin bicara tentang Munas MUI yang diselenggarakan besok, rabu 25-26 Nopember terkait pandemi. Kenapa diselenggarakan pada masa pandemi? Bukankah ini membuka peluang penyebaran virus dan terciptanya cluster baru? Ini cukup berisiko mengingat para ulama peserta Munas secara usia sudah pada sepuh.

Rata-rata di atas 50 tahun. Bahkan banyak yang di atas 60 tahun. Mereka rentan jika virus corona menyerang.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru