Jumat tanggal 8, setelah terlihat Jokowi tidak tampat di Istana. Jokowi muncul di tv membela keputusan UU Omnibus law. Jokowi keukeh pada keputusan. Tidak dengar tuntutan Rakyat. Bahkan melawan Suara Rakyat.
Kalau Jokowi dan rezim nya ini mau mendengarkan suara Rakyat. Maka Dia dan DPR wajib, merespon pendapat, saran, kritik dan masukan yang ada di masyarakat. Ga boleh buta, tuli dan bisu. Jangan sekali acuh acuh dan melawan Suara Rakyat. Di mana pun tidak ada penguasa yang bertahan lama atas tekanan Rakyat. Pasti tumbang.
Suara Rakyat tidak di dengar Jokowi, sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Lalu, Jokowi dengar siapa?
Kalau sejumlah RUU itu benar untuk kepentingan Rakyat. Kenapa Rakyat Protes dan lakukan perlawanan bahkan pembangkangan sipil?
Menjadi pertanyaan, Jokowi ini presiden atau diktator yang abai atas Suara Rakyat? Padahal kita klaim sebagai negara Demokrasi. Mesti suara2 Rakyat itu di dengar. Jangan melawan.
Oleh : Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan.
Halaman : 1 2






