Umumkan Dini Hari, KPU Kukuhkan Kecurangan

- Pewarta

Selasa, 21 Mei 2019 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Cara dan waktu KPU mengumumkan hasil pilpres 2019, memperkuat tuduhan rakyat bahwa mereka melakukan kecurangan. Hasil pilpres diumumkan pada dinihari tadi, (21/5/2019), dalam suasana yang sangat aneh dan serba dipaksakan.

Tidak diragukan lagi bahwa KPU takut menghadapi mayoritas rakyat yang kemenangannya mereka rampok. Kelakuan mereka sangat tidak terhormat. Tidak pantas lagi disebut sebagai pelaksana proses demokrasi yang jujur dan adil. Karena itu, KPU bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi akibat tindakan mereka yang menyelewengkan suara rakyat.

Rakyat tahu bahwa lembaga pemilu ini boleh jadi mendapat tekanan dari para penguasa. Tetapi, para komisioner KPU bisa saja memgambil opsi yang terhormat untuk melawan tekanan itu. Mereka bisa membersihkan diri dengan cara, misalnya, memgundurkan diri. Pasti rakyat akan bersama mereka jika mereka bersikap tegas, tidak mau ditekan-tekan.

Sekarang, setelah pengumuman dinihari itu, rakyat bertambah yakin bahwa KPU adalah bagian dari komplotan yang bertujuan untuk mencurangi kemenangan paslonpres 02. Tidak ada tafsiran lain. KPU ikut dalam desain pencurangan tsb.

Tindakan semena-mena oleh KPU ini pasti memperkuat dugaan orang bahwa lembaga pemilu itu memang benar telah berubah menjadi pabrik pencurangan. Mereka bisa merancang perolehan suara sesuai pesanan.

Hari ini, para komisioner KPU mengukuhkan bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang bermental maling. Mereka sebegitu sadis dan berhati khianat.

Oleh: Asyari Usman. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru