Sementara lompatan lain adalah Sandiaga Uno mantan Cawapres yang membuat kejutan dengan menjadi Tim Sukses Bobby Nasution sang menantu Presiden.
Alasan tentu bisa dijelaskan dengan berbusa-busa. Peristiwa ini mengingatkan Prabowo yang lebih dahulu melompat ke dalam pelukan Jokowi untuk menjadi pembantu Presiden bidang Pertahanan.
Mochtar Ngabalin adalah perintis dan peletak dasar lompat-lompatan yang dinarasikan sebagai dinamika politik.
Berpolitik seperti ini sebenarnya sah-sah saja. Meski publik melihat sikap Ngabalin terlalu berlebihan, paradoksal dan kontroversial. Totalitas dari loyalitasnya menempatkan dirinya sebagai maskot.
Fahri mulai mencak-mencak kepada pengkritisi yang menyebut bahwa model seperti itu adalah support kepada politik dinasti. Sandi lebih kalem dalam menanggapi. Ada juga yang berdecak kagum pada Jokowi yang mampu mempengaruhi. Entah apa yang menjadi dasar kendali dan pengaruhnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






