Ternyata Banyak Tokoh yang Menjadi Pengikut Jejak Ngabalin

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 21 September 2020 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ali Mochtar Ngabalin bersama Presiden Joko widodo. (Foto : Aksi.id)

Ali Mochtar Ngabalin bersama Presiden Joko widodo. (Foto : Aksi.id)

Tidak perlu gelisah terhadap tuduhan sebagai pendukung politik dinasti. Nanti seperti orang bodoh yang berdalih bahwa politik dinasti itu dengan penunjukan sedangkan kita berdasarkan Pemilu.

Saat ini bahaya politik dinasti atau nepotisme sedang mengancam negeri. Para pejabat publik sedang berlomba untuk meneruskan kekuasaannya pada adik, menantu, anak, dan istri baik di pusat maupun daerah.

Di tengah politik yang transaksional dan kapitalistik maka pengaruh jabatan dan kekayaan sangat menentukan. Cukong pun dapat digerakkan. Prinsip “primus inter pares” seolah tak berlaku. Kekuasaan menjadi kendaraan untuk adik, menantu, anak dan istri melanjutkan. Tak terkecuali besan dan paman.

Negara di bawah rezim Jokowi tidak malu malu mempraktekan nepotisme dan politik dinasti. Fahri dan Sandi sebenarnya tahu akan hal ini. Tetapi kepentingan berbicara lain lagi.

Moga segera dapat kembali ke jalan yang benar. Jangan kecewakan hati dan harapan rakyat. Ngabalin biarlah berimprovisasi sendiri. Fahri dan Sandi tidak usah mengikuti.

Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru