Ketika Baliho Jadi Lambang Perlawan Rakyat

- Pewarta

Senin, 6 Mei 2019 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Gara-gara para petugas terlalu sensi di Cileungsi, Bekasi, saat ini mayoritas rakyat Indonesia malah bangkit. Satu baliho dipaksa turun, ribuan baliho ucapan selamat atas kemenangan Prabowo-Sandi sebagai presiden pilihan rakyat, justru bermunculan.

Bukan hanya itu, suara rakyat yang jumlahnya menurut lembaga independen dan internal BPN, sekitar 60 persen dari 192 juta hak suara di Pilpres 2019, memilih Paslon 02, justru lebih berani. Di banyak tempat dan banyak daerah, mereka mendeklarasikan kemenangan.

Hal ini sungguh tak terduga. Awalnya rakyat yang memilih Prabowo terlihat tenang-tenang saja. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang nyaris pasrah karena termakan propaganda quick count dan real count KPU yang menyerang lewat media main stream. Meski tim independen Jurdil.org dan tim independen lain coba membantah, tapi gemanya kurang kuat.

Namun, begitu kasus baliho raksasa di depan komplek perumahan Limus Pratama, Cileungsi Bekasi jadi viral, kesadaran rakyat sekonyong-konyong muncul kembali. Mereka melakukan perlawanan yang nyata. Baliho-baliho, spanduk-spanduk, vlog-vlog, bermunculan di medsos. Jagad nasional jadi hangat kembali.

Kasus ini nyaris sama seperti saat bendera dan topi yang bertuliskan kalimat tauhid di larang 2016, jutaan bendera dan topi justru bermunculan. Buntutnya Ahok petahana Gubernur DKI yang didukung kekuasaan dan uang melimpah, malah rontok.

Jumat (3/5/2019), almumnus SMA se-Jakarta, Bonsie SMA 12, 08-02 PADI (SMA 8), Jalak 7 (SMA 7), PADI 4 (SMA 4), Granat Cijantung, Koalisi PADI STP/IISIP, dan Jasma (Jaringan Alumni SMA) melakukan syukuran untuk menyambut kemenangan Prabowo-Sandi, di Kertanegara 4. Gerakan ini diharapkan bisa memacu alumni-alumni SMA dan perguruan tinggi di seluruh tanah air ikut tergerak agar rakyat yang sudah berjuang paham bahwa suara mereka tidak sia-sia.

Gerakan ini diperkirakan bertambah semangatnya saat ramadhan. Semangat perjuangan itu tentu menjadi lebih meningkat. Rasulallah juga beberapa kali perang besar dalam ramadhan dan menang besar. Lalu, Proklamasi RI, terjadi 9 Ramadhan. Artinya, jika di Ramadhan kali ini perjuangan akan meningkat, bukan hal yang tidak mungkin.

Apalagi tim BPN sudah bisa menemukan dan melampirkan tak kurang dari 73 ribu kesalahan input, sejumlah besar kecurangan dan kejahatan demokrasi, dan lainnya. Artinya dengan neningkatnya semangat perjuangan di ramadhan ini, kiranya Allah memberikan kemenangan yang nyata. Aamiin…

Oleh : M. Nigara, adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB