Aku Bertanya Kepada Kalian

- Pewarta

Senin, 15 Juli 2019 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Opiniindonesia.com – Aku ingin bertanya kepada para kiai, habib dan pemuka agama. Kenapa Nabi Muhammad masih mau bertemu, berdiplomasi dan bersikap baik kepada orang kafir yang jelas-jelas sudah dzolim dan memusuhi umat Muslim kala itu? Kenapa…?

Aku ingin bertanya kepada para ustadz, para santri dan kalau perlu para pemuda hijrah. Kenapa dulu Nabi Muhammad memutuskan pergi tinggalkan Mekkah di tengah kerasnya perjuangan dan malah pindah ke Madinah? Kenapa Nabi tidak memilih perang habis-habisan dan berjihad hingga tetes darah penghabisan di Mekkah? Kenapa…?

Aku ingin bertanya kepada para sejarawan dan purnawirawan. Kenapa dulu Bung Karno memilih kooperatif dan berdiplomasi dengan Jepang yang sudah jelas-jelas menjajah rakyat kita? Kenapa Bung Karno tidak menuruti permintaan Sjahrir untuk tidak kooperatif dan terus melawan? Kenapa…?

Aku ingin bertanya kepada kalian para mujahid dan rakyat Palestina. Kenapa Presiden Mahmoud Abbas masih mau bertemu, berdiplomasi dan bekerjasama dengan pihak Israel? Bukankah jelas-jelas Israel sudah membunuh dan menindas rakyat Palestina selama ini? Kenapa…?

Aku ingin bertanya kepada para putra-putri Pahlawan Revolusi. Kenapa kalian mau bertemu, duduk bersama dan melakukan rekonsiliasi dengan para anak tokoh PKI. Bukankah ayah kalian mati dibunuh secara sadis oleh kelompok leluhur mereka? Kenapa…?

Aku ingin bertanya kepada para intelektual dan para diplomat. Kenapa negera ini menjalin hubungan bilateral dengan Belanda di bidang transportasi, infrastruktur, perdagangan, pendidikan, budaya, ekonomi dan lain sebagainya? Bukankah mereka itu penjajah kita selama 3,5 abad? Kenapa….?

Aku ingin bertanya kepada kalian para pengamat perang dan pakar hubungan internasional. Kenapa Donald Trump dan Kim Jong Un bisa bertemu dan tertawa bersama? Bukankah kedua negara itu kerap berkonflik dan bertekad saling menghabisi satu sama lain? Kenapa…?

Aku ingin bertanya kepada rakyat Amerika Serikat. Kenapa Hillary Clinton mau menjadi menteri-nya Obama yang pernah mengalahkan dia dalam perebutan tiket capres? Apakah Hillary silau harta dan haus kekuasaan? Apakah Hillary enggak malu sama pendukungnya? Kenapa…?

Bahkan, aku ingin bertanya kepada Anang Hermansyah. Kenapa dia masih mau bertemu Krisdayanti, menghadiri pernikahannya, merayakan ulang tahun bersama, hingga berlibur bersama. Padahal dia sudah dikhianati cintanya. Kenapa…?

Kalau kalian sudah memiliki jawaban dari setiap pertanyaan ini, aku punya satu lagi pertanyaan kelas receh. Kenapa kalian ngamuk, uring-uringan, sakit hati dan melontar caci maki kepada Prabowo karena bertemu dengan Jokowi? Kenapa…?

Dijawab sambil ngopi bareng juga boleh.

Oleh: Tb Ardi Januar. Penulis adalah mantan wartawan, tapi masih muda dan tidak senior.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB