Agak kasihan anak-anak zaman now. Punya ayah tapi terasa tidak ada ayah. Secara fisik ayahnya ada. Tapi secara batin, anak-anak zaman now ibarat “yatim”.
Anak-anak yang duduk di sebelah ayah tapi tidak ada yang bisa diungkapkan. Anak-anak yang tidak berani bicara bahwa di sekolah sulit. Takut dimarahin, takut diomelin sama ayah zaman now.
Maka di Hari Ayah yang indah ini. Hanya pesan sederhana yang bisa dipetik untuk esok. Untuk ayah, peluklah anak-anakmu dan berikan kehangatanmu seperti hangatnya kamu di luar sana.
Dan untuk anak-anak, jangan pernah memandang sebelah mata tentang sosok ayah yang ada di depanmu. Karena ayah di manapun. Bagaikan lilin di kala gelap, selalu menerangi agar kamu tidak sendirian dalam kesunyian.
Selamat Hari Ayah!
Oleh: Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka.






