Sementara orang miskin atau rakyat jelata tidak pernah bisa mengelak dari kesulitan ekonomi yang terus berombak.
Negeri ini kadang aneh. Benih lobster saja di korupsi. Kenapa yang di ekspor benihnya, kok bukan lobster yang siap disajikan? Bila mau ekspor ya harusnya lobster-nya, bukan benih-nya.
Biar yang diuntungkan petambak atau nelayan negeri ini. Lebih aneh lagi, kebijakan salah kok tidak ada yang mau “melawan”, tidak segelintir orang di pemerintah pun yang bergeming.
Orang tamak malah dikasih jalan. Negeri aneh, bila orang-orang tamak malah dipermudah. Sementara orang-orang miskin malah dibiarkan. Jangankan dibantu, ditengok saja tidak.
Makin kasihan dan sedih saja orang-orang miskin. Tidak dipedulikan dan hanya dipermainkan. Sebut saja, ini negeri yang aneh.
Orang tamak atau si tamak, persis seperti orang makan yang tak pernah merasakan kenyang dan nikmat anugerah-Nya.
Sifat tamak itu hasrat duniawi dan nafsu posesif yang tidak terkendali. Rakus alias serakah dalam hal kebendaan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






