Kisah Benih Lobster, Lupa Bersyukur, dan Si Tamak yang Serakah

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 27 November 2020 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benih Lobster. /pexels.com/pixabay.

Benih Lobster. /pexels.com/pixabay.

Bahwa rezeki itu sudah ditetapkan untuk setiap insan. Hingga lupa bersyukur atas apa yang sudah dimiliki dan apa yang ada.

Ambil hikmah dari si tamak. Jangan serakah, hindari rakus. Tetaplah bersabar bila kurang.

Dan bersyukur bila cukup apalagi kaya. Serta tetap peduli dan mau membantu orang-orang miskin yang membutuhkan.

Sungguh, seperti kata Mahatma Gandhi “Dunia ini cukup untuk menampung apapun, namun tidak cukup menampung orang yang tamak dan serakah”…

Oleh : Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru