Hingga lupa mana yang halal dan mana yang haram. Melacurkan diri untuk ketamakan.
Sementara orang-orang miskin. Persis seperti yang lihat dengan mata kepala sendiri. Akibat dampak Covid-19 yang makin mendera ekonomi mereka.
Tidak satu pun dari orang-orang miskin berteriak “kekurangan”. Bahkan negara sekan “tidak hadir” di dekat mereka.
Kaum ibu-ibu miskin yang tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi di negerinya. Ada permainan apa di bangsanya? Mereka hanya bisa menerima hidup apa adanya.
Ada yang bisa dimakan, bersyukur. Tidak ada yang bisa dimakan pun mereka terdiam di rumah. Coba simak gambar di atas, bagaimana ibu-ibu yang begitu semangat saat mendapat bantuan sembako.
Mereka hanya bisa bersyukur bila ada yang membantunya. Merengkuh beras, minyak goreng, gula pasur, mie instan untukdibawa pulang.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menebar senyum untuk anak-anak mereka di rumah.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






