Berbuat Baiklah pada Saat Berada di Posisinya Masing-masing

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Muh Nursalim, adalah seorang esais dan peneliti sosial keagamaan (Foto: Dok. pribadi)

Dr Muh Nursalim, adalah seorang esais dan peneliti sosial keagamaan (Foto: Dok. pribadi)

Opiniindonesia.com – Allah menciptakan manusia tidak sama rejekinya. Sebagian kecil berlebih dan sebagian besar hanya dibilang cukup. Sebagaimana firman Nya berikut ini.

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ [الرعد/26]

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu dibanding dengan kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit.

Dengan perbedaan jatah rezeki itu maka mereka yang kekurangan bisa bekerja kepada yang berlebih. Dan yang berlebihpun bisa banyak rejekinya karena peran orang-orang yang bekerja kepadanya. Karena tidak mungkin orang kaya itu mengerjakan semua pekerjaannya sendirian. Pasti dengan bantuan orang lain.

Dalam kaitan relasi juragan dengan buruh ini, Islam memiliki aturan main yang sangat bagus. Masing-masing memiliki hak dan kewajiban, sehingga akhirnya dapat menguntungkan semua pihak. Beberapa aturan itu diantarnya adalah:

  1. Islam menyukai pekerja yang kuat dan dapat dipercaya

Seorang pekerja yang memiliki karakter baik dan kompetensi yang mumpuni pasti akan lebih disukai. Begitulah alqur’an memberi pedoman cara mencari tenaga kerja.

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ [القصص/26]

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja pada kita ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Pekerja kuat itu berarti pekerja yang memiliki kompetensi yang baik. Dia kuat dalam ilmu dan ketrampilan, sehingga ketika diberikan tugas dapat menyelesaikannya dengan baik.

Kompetensi terkait dengan skill, yaitu kemampuan teknis yang berhubungan dengan pekerjaannya. Adapun kejujuran itu merupakan karakter seseorang. Keduanya harus seiring. Sebab buruh yang pintar dan terampil tetapi culas, suka menipu dan memalsu data akan merugikan pemilik perusahaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB