Berbagi berita seakan bertanya padahal menyebarkan hoaks. Berceloteh di media sosial seakan menuntut klarifikasi, entah kepada siapa? Jadi netizen, menurut saya, bukan maha benar tapi maha sok tahu. Tidak benar tapi sok tahu, netizen netizen.
Ada beberapa cara kerja netizen di media sosial. Bila ditelusuri, perilaku netizen di media sosial bisa dideteksi. Hal yang paling kentara adalah “mengomentari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dikomentari”.
Urusan pribadi orang, urusan kebijakan negara, bahkan urusan berita yang belum pasti kebenarannya pun buru-buru dikomentari. Wajar bila netizen di negeri ini dikenal sebagai “kaum paling cerewet di media sosial”, berada di urutan ke-5 dunia, melebihi Tokyo dan New York sekalipun.
Ciri lain netizen adalah terlalu mudah menghujat dan menyalahkan. Apapun soalnya, netizen buru-buru mncari salahnya lalu menghujat sebebas-bebeasnya. Atas nama hak asasi manusia, netizen merasa boleh berkomentar apapun. Begitu dinasihat, langsung menjawab sambil nolot “mulut mulut gue, pikiran pikiran gue, usil ama lo…”.
Begitulah kata netizen yang sok tahu. Bersikap nyinyir dan gemar meninggalkan hujatan di mana-mana. Apalagi kepada orang-orang yang ‘tidak sealiran” dengannya. Beragam postingan dikomentari sekehendak hati netizen. Mulai dari nyinyir, menyalahkan, membenci hingga menghina sekalipun.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






