Catatan Misteri Kematian Petugas Pemilu

- Pewarta

Senin, 13 Mei 2019 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – INDONESIA berduka, itulah yang terjadi saat ini, kasus kematian lima ratus lebih petugas ( KPPS )dan anggota kepolisian seolah menyisakan banyak pertanyaan, karena hingga saat ini korban korban terus bertambah dan berjatuhan.belum lagi yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. dan kasus ini menjadi polemik. Ibarat bola salju, isu ini semakin lama semakin membesar dan tentu mengundang pertanyaan dan persepsi yang berbeda beda di masyarakat. Dan berita ini tentu bukan hanya ramai dibicarakan didalam negeri akan tetapi juga menjadi topik hangat di luar negeri karena media asing turut memberitakan ini di stasiun televisi asing. Dan seharusnya pemerintah segera mengambil sikap untuk sesegera menyelidiki kasus ini.

Sejauh ini Komisi pemilihan umum masih bertahan pada posisi bahwa penyebab kematian murni karena faktor kelelahan, pemicunya adalah karena beban tugas yang terlalu berat. Akan tetapi tidak sedikit yang meragukan pernyataan tersebut sehingga ada desakan agar dibentuk tim pencari fakta karena diduga banyak kejanggalan dibalik peristiwa tersebut. Bagaimana tidak kematian ratusan orang dalam waktu yang nyaris hampir bersamaan bagi sebagian orang tentu bukanlah hal yang biasa. Karena tidak sedikit diantara yang meninggal itu masih berusia muda. Jadi sekiranya pemerintah perlu mengambil langkah serius dan sesegera untuk menyelidiki kasus ini.

Meninggalnya ratusan orang penyelenggara pemilu wajib dijadikan bahan evaluasi pemerintah dan banyak pihak. Mengapa kasus ini bisa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab terhadap nyawa nyawa tidak berdosa yang berjatuhan tanpa sebab yang jelas. Dan perlu sekiranya pemerintah mengambil langkah dan melakukan investigasi agar terkuaknya kasus ini. Ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu untuk menjawab pertanyaan masyarakat agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan. Karena masyarakat juga berhak mengetahui mengapa ini bisa terjadi. Terutama keluarga korban.

Satu nyawa saja melayang mesti dicari tau penyebabnya. Karena mereka ini sudah menjalankan tugas mulia mengawal demokrasi, maka dari itu buang jauh jauh kecurigaan bila mana ada pihak yang ingin melakukan penyelidikan investigasi atau pembentukan tim pencari fakta. Karena memang itulah yang harus segera dilakukan karena upaya mengungkap kasus jauh lebih penting ketimbang berpikiran kepada hal hal lain. Karena ini adalah murni dari sudut kemanusiaan.

Lalu mengapa saat ini harus segera dilakukan investigasi dan dibentuk nya tim pencari fakta adalah untuk mencari keadilan bagi keluarga korban bila mana ditemukan adanya ketidakwajaran dalam kematian kasus ini tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab.

Saat ini sekiranya segeralah untuk tidak mendiamkan kasus ini berlarut. Karena sikap pasif yang ditunjukan pemerintah dan KPU terhadap kasus berkesan mendiamkan persoalan ini tanpa upaya penyelesaian. Karena bila pada akhirnya hasil investigasi itu mengatakan bila kematian ini secara wajar tentu dengan sendirinya akan meredam berbagai spekulasi miring yang beredar dan persoalan pun akan menjadi clear. Akan tetapi bila sebaliknya kematian ini diakibatkan oleh faktor yang tidak wajar. Tentu harus ada pihak yang harus bertanggung jawab. Dan tentu ini lah penyebab sebagain orang agar segera dibentuknya tim investigasi.

Oleh : Ryanti Suryawan, adalah Ketua Badan Pemenangan Adil Makmur Kota Bogor, Ketua DPD Gardu Prabowo Jawa Barat, Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:43 WIB