Cukong Politik Sangat Berbahaya bagi Keutuhan Negara Kesatuan RI

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 15 September 2020 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polhukam, Mahfud MD. (Foto : Instagram @mohmahfudmd)

Menko Polhukam, Mahfud MD. (Foto : Instagram @mohmahfudmd)

Dengan demikian diharapkan akan banyak muncul calon presiden sebagai dampak dari diperbolehkan seluruh partai peserta pemilu mengajukan calon presidennya masing masing.

Dengan contoh dua kali penyelenggaraan pemilu terakhir, yaitu Pemilu tahun 2014 dan 2019, terlihat sekali harapan untuk memilih pemimpin terbaik bangsa tidak terjadi.

Yang terjadi justru terciptanya oligarki politik dan bisnis gaya baru yang mungkin saja sekarang, para Cukong Politik sedang mengambil keuntungan dengan cara masuk dalam mempengaruhi kebijakan Negara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Berkaca pada Pemilu Tahun 2004 merupakan Pemilu terbaik yang pernah diadakan setelah reformasi, dimana terdapat banyak calon, yaitu ;

  1. Pasangan Wiranto dan Salahuddin Wahid yang diusung Partai Golkar.
  2. Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi yang dicalonkan PDIP.
  3. Pasangan Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo yang dicalonkan PAN.
  4. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang diangkat oleh 3 parpol sekaligus: Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
  5. Pasangan Hamzah Haz dan Agum Gumelar yang dicalonkan PPP.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru