“Saya akan menulis tentang Listrik dan dimulainya Peradaban,” lanjutnya mulai serius. “Lho kok soal listrik, bukan politik bung, sergahku.
“Justru itu, saya akan membuat distingsi pada politik, saya akan konsentrasi pada dunia kelistrikan. Karena jabatanku yang baru ini bergelut soal kelistrikan. Walaupun tentu saja saya tidak bicara pada hal teknis,” tambahnya.
Begitu dia bicara kelistrikan, saya teringat Michael H. Hart yang menulis buku 100 ORANG PALING BERPENGARUH SEPANJANG SEJARAH. Hart kebingungan meletakkan pengaruh Michael Faraday dan James Clerk Maxwel dalam bukunya yang mengalami cetak ulang sampai lebih dari 10 kali.
Mana lebih berpengaruh duet antara Faraday – Maxwel dengan Karl Mark. Marx menurut Michael Hart tokoh yang berpengaruh di abad 20. Pada abad 20 pengikut Karl Mark lebih dari satu miliar manusia di dunia.
Setelah runtuhnya tembok Berlin dan komunisme di Rusia, pengaruh Karl Mark mengalami kemerosotan juga bahkan memasuki abad 21 pengaruh Marx sudah menipis. Berbeda dengan Faraday. “Listrik masih ada manfaat 500 tahun dari sekarang,” kata Hart dengan rasa aman.
“Ini zamannya listrik.” Memang benar zaman kita ini kadang disebut zaman angkasa dan kadang disebut zaman atom, namun perjalanan luar angkasa dan sejarah atom – betapa pun potensi pentingnya – hanya punya sedikit pengaruh pada kehidupan sehari – hari kita. Tapi kita memakai peralatan listrik setiap saat.
Bahkan, aman kiranya bagi kita untuk mengatakan bahwa tak ada fitur teknologi yang begitu meresapi dunia modern selain penggunaan tenaga listrik. Begitu yang ditulis Michael Hart untuk melukiskan pengaruh Faraday dan Maxwel, di dunia.
Di tangga bus way itu, kawan saya yang akan jadi komisaris PLN menerawang jauh ke masa kanak-kanaknya. Dia teringat almarhum ayahnya. “Aku kadang diajak ayahku bersepeda ke desa yang belum terang listriknya, untuk menemui teman-temannya untuk berbagai rejeki”, kenangnya.
“Ayahku datang membagikan berkat pada kawannya yang tidak beruntung, kebiasaan baik itu saya ingat dan contoh, bung. Aku juga berbagi walaupun hanya sejimpit,” Begitu dia mengungkapkan perasaan hatinya dengan nada dalam.
Baca Juga:
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
“Dulu ayahku pegawai PLN di sebuah desa yang belum begitu maju. Dan yang membuat aku bahagia, bung, sekarang aku jadi petinggi di PLN. Bukan karena jabatan itu atau gajinya. Tapi aku tidak membuat orang tuaku malu, tapi bangga karena aku bisa melampaui pekerjaan dan tanggung jawab yang lebih besar dari yang ditugaskan oleh orang tuaku dulu.” kenangnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





