“Sama bung yang membuat aku senang mendengar ceritamu ini adalah sikapmu tetap seperti dulu, merakyat dan menjunjung tinggi keyakyatan, baik dalam pikiran dan tindakan,” kata saya meyakinkan.
Pembicaraan kami pun berakhir di tangga halte bus way, karena telpon gegamnya berbunyi. Kawannya mengabarkan bahwa acara selanjutnya sudah menanti.
Di petang yang menyenangkan itu kami berpisah, sebelum masuk ke mobilnya, saya berkata. Selamat dan sukses, bung. Di tempat kerjamu yang baru.
Kami berpisah untuk melanjutkan acara kami masing-masing, dari halte satu ke halte kehidupan selanjutnya.
Oleh : Isti Nugroho, Aktivis pergerakan sosial dan politik.






