HARIANINVESTOR.COM – Emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati oleh masyarakat karena sifatnya yang safe-haven dan tahan terhadap inflasi.

Oleh karena itu, imbuh dia, emas menjadi aset aman yang dicari saat eskalasi geopolitik meningkat.

Pertumbuhan bisnis emas akan terus bertambah seiring makin tingginya minat masyarakat terhadap emas serta adanya tren kenaikan harga emas.

Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)  Anton Sukarna melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (20/2024).

Harga emas mencetak rekor dengan tembus di level psikologis baru, mencapai 2.400 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ons pada Jumat (19/4/2024).

Menurut data Refinitiv, harga emas di pasar spot menguat 0,92 persen menjadi 2.400,13 dolar AS per troy ons.

Level tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini juga memperpanjang tren positif emas.

Adapun harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat (19/4/2024) untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp1,345 juta per gram.

Anton mencatat, saat ini total kontribusi bisnis emas terhadap pembiayaan konsumer BSI sebanyak 6 persen.

Saat ini BSI mencatat bisnis pembiayaan emas tumbuh 27,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Februari 2024.

“Per Februari 2024, realisasi angka bisnis pembiayaan emas BSI mencapai Rp3,76 triliun,” kata Anton Sukarna.

Tahun 2024,  BSI menargetkan bisnis pembiayaan emas dapat tumbuh sebesar 30 persen di tahun 2024.

BSI telah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan bisnis emas terhadap pembiayaan.

Strategi itu salah satunya memfasilitasi layanan emas di lebih dari 1.000 outlet BSI seluruh Indonesia.***