Begitu juga angka kematian. Bulan April-Mei, ada 26 orang mati rata-rata perhari. Eh, muncul wacana New Normal, angka kematian jadi naik. Rata-rata perhari di bulan Juni 49 orang. Bulan Juli 73 orang. Bulan Agustus rata-rata 80 orang. September? Pasti naik.
Tingkat kematian karena covid-19 di Indonesia 4,1 persen. Sementara rate kematian global hanya 3,3 persen. Artinya, Indonesia lebih tinggi. Sudah melampaui rate angka kematian dunia.
Dari data ini, wajar jika pandemi covid-19 di Indonesia dianggap menghawatirkan. 59 negara telah melockdown Indonesia. Kabarnya sekarang naik lagi jadi 69 negara.
Lalu salahkan orang lain sebagai kambing hitamnya. Kebijakan Anies, gubernur Jakarta hampir selalu jadi sasaran dan tumbal atas kegagalan pemerintah pusat.
Kebijakan Anies injek rem dianggap jadi sumber anjloknya IHSG. Dituduh sengaja ingin membuat ekonomi terpuruk agar Jokowi jatuh. Macam-macam khayalan imajinasinya. Jangan cari cincin di ruang tamu kalau hilangnya di depan rumah bung….




