Hebat, Terima kasih Detik! (Rasanya Malu-3)

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Begitu juga ucapan Sandi kepada ibu-ibu pedang. “Jadi saya pulang aha nih?”
Sontak ibu-ibu berteriak: ” Jangaaan!”
Maka terjadilah momen-momen indah, Sandi akhirnya bisa dengan santai berdialog dan tentu juga ibu-ibu menggunakan momen untuk selfie bersama cawapres 02.

Terus terang, seluruh momen itu biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Namun saya melihat sisi yang lain, yang menurut catatan saya sudah agak langka terjadi.

Keberimbangan dalam liputan di republik ini seperti sesuatu yang sulit sekali diwujudkan, padahal dulu, saat saya kuliah, keberimbangan atau cover bothside itulah ruh utama jurnalisme.

Dan, ketika saya menulis otokritik dengan judul “Rasanya Malu..”, saya malah dibully. Foto saya saat nyaleg dari PAN 2014, serta foto saya bersama pak Amien Rais di Kabah, dipasang dengan komen disuruh ngaca.

Saya tidak menolaknya. Saya memang pernah nyaleg dan saya memang sangat dekat dengan pak Amien. Lalu, apa salahnya saya merasa malu atas sikap pengabaian fakta jutaan umat islam dan agama lainnya berkumpul di Monas (212) tanpa ada keributan alias berjalan damai? Apakah kareba saya mantan caleg PAN dan dekat dengan pak Amien lalu tidak boleh membuat otokritik?

Lebih 14 tahun saya berguru di Kompas dan BOLA (tiga tahun sebagai mahasiswa yang diperbantukan sebagai wartawan pembantu khusus olahraga), begitu banyak ilmu positif yang saya terima. Nilai luhur wartawan yang diajarkan begitu luar biasa.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru