Hebat, Terima kasih Detik! (Rasanya Malu-3)

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jadi, jika mereka tidak suka dengan reuni Akvlbar 212, ya tidak apa, tapi ada jutaan umat berkumpul dengan baik, adalah fakta yang tidak pantas untuk diabaikan.

Saya juga paham bahwa posisi wartawan yang dilapangan, pasti sangat sulit. Mereka sudah berusaha keras, tapi kebijakan atasan membuat beritanya jadi tak naik. Saya paham meski ketika saya di Kompas-BOLA, lalu di GO, Nusa Bali, Sinar Pagi, dan Berita Buana alhamdulillah saya tidak mengalami hal itu.

Bos-bos saya masih berpegang pada jurnalisme yang utuh. Akibatnya saya bisa leluasa menurunkan liputan untuk memaparkan fakta. Dan alhamdulillah selalu berimbang.

Apa yang disajikan detiknews hari ini adalah pelajaran yang sangat bergarga untuk kita semua. Sekali lagi, ini bukan soal siapa yang jadi pilihan kita di pilpres 2019 nanti, tapi ini murni otokritik saya pada sahabat-sahabat saya yang masih mengaku jadi bagian pilar demokrasi ke-4.

Sekali lagi saya hanya ingin menjadi pengingat tentang kisi-kisi tugas kita sebagai garda terdepan demokrasi itu sendiri. Untuk itu, saya juga tidak keberatan dengan apapun sikap yang dikemukakan terkait tulisan saya itu, no hard feeling.

Saya justru mengucapkan terima kasih untuk apapun itu. Dari lubuk hati terdalam, mohon saya dibukakan pintu maaf, jika tulisan itu sungguh telah menyinggung. Di benak saya hanya satu, pers hendaknya tetap independen dan tetap jadi pilar demokrasi ke-4 yang sesungguhnya.

Semoga bermanfaat..(*)

[Oleh : M. Nigara. Penulis adalah wartawan senior, mantan Wakil Sekjen PWI]

(*) Untuk membaca tulisan M. Nigara lainnya, silahkan KLIK DI SINI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru