Ketika Nyawa Sapi dan Kambing Lebih Berharga

- Pewarta

Senin, 13 Mei 2019 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Pernah terpikir oleh kita, suatu hari harga manusia kalah dibandingkan Sapi dan Kambing? Secara logika, rasanya pasti tidak akan terpikirkan sedikit pun.

Tapi, mungkinkah hal itu terjadi? Kembali lagi, secara logika tidak akan mungkin. Manusia adalah sesempurna-sempurnanya makhluk.

Eit, nanti dulu. Di era jahiliyah atau perbudakan, sangat banyak harga manusia (budak) kalah dibanding binatang. Ya, di era sebelum Islam datang, segala keburukan bisa menimpa manusia.

Tapi, di era modern, apalagi zaman saat ini, pasti manusia lebih berharga dibanding hewan. Harusnya begitu. Itu, jika bangsanya, pemerintahnya punya martabat. Bangsanya, pemerintahnya menempatkan tatanan kehidupan yang berstandar manusiawi dan universal.

Kalah

Tapi di Indonesia, saat ini, tidak demikian. Kita seperti sedang berada di zaman jahiliyah. Zaman di mana manusia, tepatnya nyawa manusia kalah dari Sapi dan Kambing. Saya tidak asal menuduh, tapi saya hanya menampilkan fakta yang ada.

Bukti paling fenomenal adalah lebih dari 500 orang petugas KPPS dan petugas lainnya meninggal misterius, tak ada langkah medis dilakukan. Kesan yang tercuat sepertinya ingin diberhentikan di soal takdir.

Anehnya, ketika Sapi dan Kambing mati misterius, kesibukan malah terasa. Coba simak berita onlie di bawah ini.

Ramai-ramai Sepakat Tak Politisir Isu Petugas KPPS Meninggal

Fenomena banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia terus menjadi pembicaraan. Kini semua pihak ramai-ramai setuju agar isu kematian petugas KPPS tidak dipolitisasi.

“Jangan mempolitisir petugas KPPS yang gugur. Hormati perjuangan mereka yang bekerja dengan semangat sukarela dan telah ikut aktif mensukseskan Pemilu 2019,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz saat dihubungi detikcom, Jumat (10/5/2019).

Belasan Sapi Warga Lamongan Mendadak Mati Misterius, Dinas Peternakan Selidiki Penyebabnya.

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN – Banyaknya sapi yang mati mendadak di Lamongan menjadi perhatian Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan. (31/1/19).

Polisi Selidiki Kematian Kambing di Banyuwangi yang Misterius (detik 10/9/13).

Saya tidak ingin membuat analisa, tapi, tiga berita online itu rasanya sudah melukiskan apa yang sesungguhnya sedang terjadi di negeri ini. Saya juga tidak ingin mengatakan bahwa para korban masal itu meninggal karena kelelahan atau karena diracun. Yang pasti kematian itu bersifat misterius dan masal.

Dan sangat tidak pantas jika KPU menyatakan jangan dipolitisasi, wong mereka korban politik. Jika KPU ingin menghormati para pejuang itu, justru segarusnya dilakukan langkah medis. KPU sudah seharusnya menjadi lembaga yang paling bertanggung jawab atas peristiwa itu. Agar tidak dituntut oleh pihak mana pun di dunia, maka KPU harusnya meminta kematian masal itu diselidiki.

Jangan lupa, ada pengadilan yang paling adil dan paling mengerikan, yakni pengadilan akhirat. Siapapun orangnya, sehebat dan sekuasa apa pun jabatannya di dunia, di akhirat dia tak bisa berbohong lagi.

Oleh : M. Nigara, adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru