Kode Keras dari Negara Tirai Bambu untuk Prabowo

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 29 September 2018 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BELUM LAMA ini, pada Rabu 26 September 2018, Prabowo menerima kunjungan dari Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian di kediamannya, Hambalang, Bogor.

Bagi banyak masyarakat kunjungan ini mungkin dianggap biasa. Namun tidak buat saya, ini sebuah isyarat kuat bahwa Prabowo-Sandi akan menang dalam Pilpres 2019.

https://opiniindonesia.com/2018/09/25/presiden-prabowo-harus-pulihkan-netralitas-kepolisian/

China sebagai salah satu negara adi daya di dunia, pasti memiliki intelejen yang kuat serta melakukan riset yang sungguh2. Dari data intelejen dan risetnya, tentu China sudah bisa memperkirakan ke arah mana bandul kepemimpinan Indonesia bergerak.

Sebagai negara yang memiliki banyak kepentingan di Indonesia, China harus mengantisipasi agar kepentingan2nya terjaga apabila terjadi pergantian kepemimpinan. Sesuatu yang sudah harus dipersiapkan jauh2 hari agar tidak didahului oleh rivalnya Amerika. Saya juga meyakini dalam waktu yang tidak terlalu lama, Prabowo akan mendapat kunjungan yang sama dari perwakilan Amerika, dan Australia.

Yang menarik saat kunjungan Dubes China ke Hambalang adalah respon dari Prabowo yang menyatakan mendukung kerja sama yang baik antara kedua negara. Kata2 mendukung “kerjasama yang baik” ini sarat makna, yaitu sebuah kerjasama yang saling menguntungkan dan tidak merugikan salah satu pihak. Kalimat ” kerjasama yang baik ” menegaskan positioning Prabowo dalam kerjasama dengan China.

Apapun situasinya, kunjungan Dubes China ini merupakan kode keras kepada masyarakat internasional, bahwa tahun 2019, Indonesia akan terjadi pergantian kepemimpinan di NKRI.

[Oleh: Hadiwijaya, gemar menulis].

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru