Mengapa Pesona Pertahana Semakin Pudar?

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 4 Januari 2019 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terus untungnya di mana? Kalau ada untung “secara hukum dagang”, barangkali keuntunganya bisa buat bayar hutang atau bunganyalah, bukan malah nilep dana Haji dan BPJS.

Petahan, pesonamu sudah pudar. Masyarakat sudah tersadar dan punya nalar. Mana yang salah mana yang benar.

TimSes petahana, sekelas Erick Tohir saja, sudah kehilangan daya. Apa yang bisa dijual lagi ke masyarakat? Mau bilang Esemka mau release bulan Oktober tahun 9072? Mau bilang ekonomi meroket? Mau bilang stop impor padahal tambah gengsor?

Mau bilang stop hutang? Mau bilang $ di bawah 10 ribu? (Note: Soal hutang, kita harus salut sama SBY, karena di jamanya hutang ke IMF lunas! Dan NKRI punya harga diri lagi).

Akhirnya Eto pun mulai seruduk kiri seruduk kanan, mulai menyerang pribadi.

Pudarnya pesona petahana bukan karena lawan yang menyerang. Tapi karena tidak adanya antara kesesuaian pencitraan dan kenyataan. Karena tidak adanya realisasi dari janji.

Ayo para pemilih cerdas. Satukan tekad dan suara untuk Indonesia yang lebih baik, adil dan makmur. Tunjukan kalau kita bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Tunjukkan kalau kita tidak mau hidup di bawah bayang-bayang bangsa lain! (*)

[Oleh : Danke S. Priatna. Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik]

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

DuPont Luncurkan Tyvek® APX™ di Pasar ASEAN

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:41 WIB