Mengusut Korban Aksi Mei 2019 Patut Ddidukung

- Pewarta

Senin, 17 Juni 2019 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Pernyataan keras Menhan, Ryamizard Ryacudu di kantor PBNU agar korban sembilan orang yang tewss saat aksi pada 21-22 Mei 2019 diusut hingga tuntas. Bagaimana dan siapa yang membunuh kesembilan orang tersebut harus diusut dan diproses agar tidak menambah dosa sejarah di Indonesia yang tidak terungkap.

Sembilan orang yang menjadi korban itu adalah manusia. Jangan sampai di negeri Pancasila ini nilai kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi tertawaan orang. Sebab di negeri orang, seekor panda saja harus diselamatkan dari ancaman dan kematian. Lalu bagaimana mungikin dengan banyaknya korban yang terkait dengan pesta demokrasin (Pemilu) bisa dibiarkam begitu saja berlalu, tidak jelas juntrungannya. Jadi memang untuk tidak menambah dosa rezim yang tengah berkuasa, beragam kasus itu harus diungkap agar rakyat bisa kembali percaya bahwa aparat pemerintah benar-benar mau bekerja untuk rakyat. Karena mandat dan amanat sudah diberikan oleh rakyat agar taat dan amanah menunaikan tugas dan kewajibannya untuk melindungi segenap tumpah darah bangsa, tanpa kecuali.

Upaya berbagai pihak untuk mengusut pelaku pembunuhan itu — termasuk korban yang menjadi panitia Pemilu –harus tuntas dan klier siapa pelakunya, dan mengapa harus dibunuh lalu bagaimana cara dan kejinya pembunuhan itu dipakukan.

Selaku Menhan, Ryamizard Ryacudu patut untuk mengusut asal peluru tajam yang digunakan saat menangani aksi unjuk rasa itu, karena dianggap bukan standar seperti yang digunakan Polri.

Saran untuk melakukan penyelidikan atas tewasnya para korban memang tidak mesti harus dilakukan dengan membentuk tim independen, tapi bisa dilakukan dengan kerja sama antarlembaga. Seperti Komnas HAM dan polisi. Atau lembaga dari masyarakat yang bersifat inparsial. Yang penting independensi dari lembaga yang melakukan pengusutan.bisa dipercaya masyaraiat.

Korban Tewas pada aksi 22-23 Mei 2019 akan menjadi catatan sejarah yang buruk bagi banyak orang terkait dengan pelaksanaan Pemililu yang diharap bisa menjadi bagian dari proses menuju tata kehidupan yang lebih baik dan lebih beradab. Karena itu, Kemenkopolhukam harus lebih qktif dan bijak, jangan sampai rasa kepercayaan masyarakat jadi semakin kandas.

Tim independen yang diharap akan melakukan pengusutan kasus ini hendak mampu menggasilkan pengungkapan fakta dan realita hingga dapat memulihkan rasa percaya masyarakat. Bila tidak, apapun usaha dan upaya yang dilakuian tidak akan ada gunanya, kecuali semakin mempergelap realitas kejadan yang sesungguhnya dan tafsirannya akan semakin luar berkembang dalam.masyarakat.

Dugaan Polri yang dinyatakan Kadiv Humas Irjen Mohammad Iqbal bahwa 9 orang korban yang tewas itu adalah prusuh pun harus dan patut dinuktikan.

Tim investigasi yang dibentuk Polri, yang diketuai oleh Irwasum harus menginvestigasi semua rangkaian peristiwa 21-22 Mei 2019, juga termasuk kepastian jumlah korban yang diklaim sembilan orang, kata Iqbal dalam konferensi pers di gedung Kemenkopolhukam, Selasa 11 Mei 2019.

Artinya, siapapun yang hendak melakukan dan miliki kemampuan serta dapat dipercaya mengungkap pelaku pembunuhan terhadap korban yang ikut aksi pada 22-23 Mei 2019 patut didukung, yang penting hasilnya dapat menumbuhkan jembali rasa kepercayaan serta rasa aman masyarakat.

Oleh: Jacob Ereste. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB