Kegiatan Memburu Dukun Santet Adalah Suatu Fenomena Politik?

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 7 Juli 2020 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustadz Ujang Bustomi. (Foto : Instagram @ujangbusthomicirebon)

Ustadz Ujang Bustomi. (Foto : Instagram @ujangbusthomicirebon)

Tentu saja proses perebutan kuasa itu banyak praktik yang tidak sehat. Bisa dalam bentuk money politik, penggalangan massa secara kasar, black campaign, dan semacamnya. Itu terjadi di semua level. Pemilihan Kepala Desa, Kepala Daerah maupun Anggota Legislatif, sampai pilpres.

Apa kaitannya dengan dukun?

Hanya orang-orang yang memahami perdukunan tentunya yang bisa menjawabnya. Bisa jadi dibalik hiruk pikuk perpolitkan modern yang mempertontonkan rasionalitas, ada praktek-praktek perdukunan untuk kegiatan politik.

Seperti mempengarui massa pemilih melalui ilmu hitam, maupun menciderai lawan-lawan politik melalui para dukun santet. Ketika rasionalitas dan gagasan sudah tidak dianggap perlu, maka main kasar mencederai lawan melalui ilmu hitam menjadi pilihan sejumlah oknum. Bisa saja hal-hal begitu terjadi.

Bisa saja perlawanan Ustadz Ujang Bustomi dan Gus Idris kepada para dukun santet, pada awalnya hanya motif kemanusiaan. Membela orang-orang yang dicederai para dukun itu, agar para dukun ilmu hitam tidak mampu lagi berbuat jahat kepada sesama manusia.

Akan tetapi perlawanan itu bisa memiliki dampak dalam dunia politik. Perdukunan dalam kontestasi politik dengan menggunakan black magic, akan terkurangi akibat bertumbangannya para dukun santet. Kalau benar ada kaitan, tentu ini menceriakan dunia perpolitikan bangsa.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru