Tentu saja proses perebutan kuasa itu banyak praktik yang tidak sehat. Bisa dalam bentuk money politik, penggalangan massa secara kasar, black campaign, dan semacamnya. Itu terjadi di semua level. Pemilihan Kepala Desa, Kepala Daerah maupun Anggota Legislatif, sampai pilpres.
Apa kaitannya dengan dukun?
Hanya orang-orang yang memahami perdukunan tentunya yang bisa menjawabnya. Bisa jadi dibalik hiruk pikuk perpolitkan modern yang mempertontonkan rasionalitas, ada praktek-praktek perdukunan untuk kegiatan politik.
Seperti mempengarui massa pemilih melalui ilmu hitam, maupun menciderai lawan-lawan politik melalui para dukun santet. Ketika rasionalitas dan gagasan sudah tidak dianggap perlu, maka main kasar mencederai lawan melalui ilmu hitam menjadi pilihan sejumlah oknum. Bisa saja hal-hal begitu terjadi.
Bisa saja perlawanan Ustadz Ujang Bustomi dan Gus Idris kepada para dukun santet, pada awalnya hanya motif kemanusiaan. Membela orang-orang yang dicederai para dukun itu, agar para dukun ilmu hitam tidak mampu lagi berbuat jahat kepada sesama manusia.
Akan tetapi perlawanan itu bisa memiliki dampak dalam dunia politik. Perdukunan dalam kontestasi politik dengan menggunakan black magic, akan terkurangi akibat bertumbangannya para dukun santet. Kalau benar ada kaitan, tentu ini menceriakan dunia perpolitikan bangsa.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






