Pemuda Ashabul Kahfi, yang Diam namun Tetap Bergerak

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunci sukses ashabul kahfi tidur selama 309 tahun adalah, mereka selalu bergerak meski dalam diam. (Foto: virenial.com)

Kunci sukses ashabul kahfi tidur selama 309 tahun adalah, mereka selalu bergerak meski dalam diam. (Foto: virenial.com)

Opiniindonesia.com – Kunci sukses Ashabul Kahfi tidur selama 309 tahun adalah, mereka selalu bergerak meski dalam diam. Sehingga ketika bangun, semua anggota tubuhnya tidak kaku. Langsung dapat berfungsi kembali. Bisa ngobrol dengan kawannya dan berbelanja ke pasar.

Ada satu lagi. Setiap pagi dan sore tubuh para pejuang tauhid itu selalu mendapatkan sinar matahari. Sehingga metabolisme tubuhnya tetap berlangsung normal. Secara lengkap Allah menceritakan sebagai berikut:

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebalah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua. Itu adalah sebagai tanda kebesaran Allah” (Al Kahfi: 17)

Sinar matahari itu sumber energi. Dapat diolah menjadi energi apa saja. Bagi tumbuhan, sinar tersebut untuk memproses makanan yang disebut fotosintesis. Tubuh kita dapat merubah sinar ultraviolet dari sinar matahari menjadi vitamin D.

Ahli listrik dapat memanfaatkannya sebagai solar cell. Tukang jemur padi untuk mengeringkan padi. Dan yang pasti, matahari menghilangkan gelapnya malam sehingga manusia dapat bergerak bebas ke segela arah. Tanpa takut menabrak portal.

Ashabaul kahfi juga begitu. Mereka selalu bergerak, meski terbatas. Bergeraknya orang yang sedang tidur.

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ [الكهف/18]

“Dan kamu mengira meraka itu terjaga padahal mereka tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri” (Al Kahfi: 18)

Tubuh para pemuda itu digerakkan Allah ke kanan dan kekiri, mengikuti arah sinar matahari yang menelusup ke pintu gua. Seperti tukang sate yang membakar dagangannya agar semua bagian matang dan tidak ada yang gosong.

Allah Maha Kuasa, jangankan hanya menidurkan manusia hidup sedangkan menghidupkan yang sudah matipun bisa. Secara eskatologis memang begitu. Tetapi semua tetap berproses sesuai sunnatullah. Terus bergerak menjadi sebab bertahannya ashabul kahfi tidur begitu lama.

Mungkin di antara kita ada yang pernah merawat bapak atau ibu yang lumpuh. Baik karena stroke atau akibat penyakit lainnya. Orang seperti itu tidak dapat bergerak sama sekali.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru